PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Pelalawan, Riau. Api dilaporkan muncul di kawasan Parit Koperasi Desa Merbau, Kecamatan Bunut, dan telah berlangsung selama dua hari terakhir.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, perusahaan, serta masyarakat peduli api masih berjibaku melakukan pemadaman dan proses pendinginan untuk mencegah api kembali meluas.
Peristiwa kebakaran terjadi di wilayah teritorial Koramil 03/Bunut dengan titik koordinat 0°13’4″ LU dan 102°16’7″ BT. Pada hari kedua penanganan, tim gabungan mengerahkan sekitar 75 personel untuk mengendalikan titik api sekaligus melakukan pendinginan di area yang terdampak.
Komandan Koramil (Danramil) 03/Bunut, Kapten Arh Mujiono, membenarkan kejadian kebakaran hutan dan lahan tersebut. Menurutnya, upaya penanganan terus dilakukan bersama tim lintas instansi.
“Benar, terjadi kebakaran hutan dan lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut. Saat ini tim gabungan masih fokus melakukan proses pendinginan agar api tidak kembali menyala,” ujar Mujiono saat dikonfirmasi, Kamis.
Tim yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri dari enam personel TNI, lima anggota Polri, 44 personel Regu Pemadam Kebakaran PT Arara Abadi, 15 karyawan Koperasi RTBS, serta lima anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).
Untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan, tim menggunakan berbagai peralatan di lapangan, di antaranya satu unit helikopter water bombing, empat mesin ministrek, tiga mesin VE20, empat selang isap, 50 gulung selang buang, serta lima nozzle.
Meski sebagian titik api dilaporkan mulai berangsur padam, petugas masih menemukan kepulan asap tebal di beberapa lokasi. Kondisi tersebut membuat tim harus terus melakukan pendinginan untuk mencegah potensi kebakaran kembali meluas.
Proses penanganan juga dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan, seperti kondisi lahan gambut yang kering dan tebal, keterbatasan sumber air, serta angin kencang yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Danramil 03/Bunut Kapten Arh Mujiono mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Situasi saat ini cukup rawan. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena bisa memicu kebakaran yang lebih luas,” tegasnya.
Penulis : MMd
Editor : Zainul Arifin


















Komentar