Kebakaran Pondok Pesantren Panyepen Pamekasan, Kamar Santri Ludes Terbakar

Sabtu, 7 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Damkar Satpol PP bersama BPBD dan FRPB memadamkan kebakaran di Pondok Pesantren Panyepen, Palengaan, Pamekasan, Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/Deb-RadarBangsa.co.id)

Petugas Damkar Satpol PP bersama BPBD dan FRPB memadamkan kebakaran di Pondok Pesantren Panyepen, Palengaan, Pamekasan, Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/Deb-RadarBangsa.co.id)

PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Kebakaran melanda Pondok Pesantren Panyepen, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jumat (6/2/2026) malam. Api yang berkobar hebat menghanguskan sejumlah kamar santri laki-laki dan memicu kepanikan di lingkungan pesantren.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap beberapa kamar santri, sehingga para penghuni berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Warga sekitar pesantren juga berdatangan untuk membantu proses evakuasi dan pemadaman awal secara manual.

Kasatpol PP Pamekasan, M. Yusuf Wibisono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengerahkan tim gabungan untuk menangani kebakaran. “Kami segera menerjunkan petugas Pemadam Kebakaran Satpol PP bersama FRPB dan BPBD Pamekasan ke lokasi untuk memadamkan api,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Menurut Yusuf, petugas bekerja cepat dan terkoordinasi untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan pesantren lainnya. Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan armada pemadam dan peralatan pendukung, mengingat api sempat membesar dan berpotensi meluas.

Hingga proses pemadaman berlangsung, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, sejumlah kamar santri dilaporkan rusak berat akibat terbakar. Para santri sementara dipindahkan ke area aman untuk menghindari risiko lanjutan.

Terkait penyebab kebakaran, Yusuf menyatakan masih dalam tahap penanganan dan penyelidikan. “Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Saat ini fokus utama kami adalah memastikan api benar-benar padam dan situasi aman,” katanya.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan kebakaran di lingkungan pendidikan dan pondok pesantren, termasuk ketersediaan sarana pencegahan dan jalur evakuasi. “Keselamatan penghuni menjadi prioritas utama,” pungkas Yusuf.

Penulis : Debora

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru