Kemarau Ancam Pangan, Lamongan Percepat Antisipasi Kekeringan

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Ancaman kemarau ekstrem mendorong Pemerintah Kabupaten Lamongan mempercepat langkah antisipasi kekeringan demi menjaga produksi pangan tetap stabil. Upaya ini dinilai krusial untuk melindungi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempertahankan status swasembada pangan di tengah perubahan iklim yang kian tak menentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Tin Latifah, di Embung Sumengko, Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/4).

Pak Yes—sapaan akrab Bupati—menegaskan bahwa tahun ini menjadi fase krusial menghadapi potensi kemarau panjang. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan diminta bergerak cepat agar produksi pangan tidak terganggu.

“Tahun ini penting kita hadapi kemarau yang ekstrem. Semua harus turun tangan agar swasembada pangan tetap terselamatkan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat telah mengingatkan adanya potensi anomali cuaca berupa hujan lebat yang disusul panas ekstrem berkepanjangan. Kondisi ini berisiko menurunkan produktivitas pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini.

Dari sisi kebijakan, langkah yang ditempuh tidak hanya bersifat jangka pendek. Pemkab Lamongan mulai memperkuat sistem pengairan, optimalisasi sumber air, hingga kesiapan infrastruktur pertanian untuk menghadapi dampak kekeringan.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tin Latifah menyebut fenomena iklim yang terjadi masih dalam kategori El Nino moderat. Artinya, risiko kekeringan masih bisa ditekan dengan strategi yang tepat.

“El Nino yang kita hadapi bersifat moderat, sehingga masih bisa diantisipasi melalui optimalisasi lahan kering serta dukungan sarana dan prasarana pertanian,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan sumber air seperti waduk dan embung yang saat ini terganggu pertumbuhan eceng gondok. Selain itu, teknologi irigasi modern seperti pompanisasi dan perpipaan akan terus didorong guna menjamin pasokan air bagi petani.

Merespons keluhan warga terkait aliran sungai yang belum optimal, Pemkab Lamongan berkomitmen segera melakukan pengerukan dan pelebaran saluran air. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan distribusi air ke lahan pertanian secara merata.

Upaya terpadu ini berdampak langsung bagi masyarakat, terutama petani yang bergantung pada ketersediaan air. Dengan pengairan yang lebih stabil, risiko gagal panen dapat ditekan dan harga pangan tetap terkendali.

“Sinergi pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar ketahanan pangan tetap terjaga,” pungkas Pak Yes.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru