Keponakan SBY Dibully Netizen, Ini Alasannya

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto sumber dari akun Facebook

Foto sumber dari akun Facebook

PACITAN. RadarBangsa.co.id – Bakal Calon Bupati Pacitan yang diusung Partai Demokrat, Indrata Nur Bayuaji, dibully netizen. Lantaran baliho dirinya yang telah terpasang di sejumlah tempat dengan bertuliskan ‘Keponakan SBY’ yang kemudian diunggah ke media sosial (Facebook) oleh akun @KataKita.

Melalui penelusuran Radarbangsa dari postingan yang diunggah akun @KataKita pada 7 September pukul 07.11.WIB itu tertulis

Kabar Indonesia 24 Jam 7 september pukul 07.11·

Perkenalken, calon bupati Pacitan, keponakan pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).🙏

Harusnya Gibran Rakabuming tulis juga, “Calon Walikota Solo, Anak Presiden Joko Widodo”.

Gibran rupanya kurang pintar memanfaatkan nama bapaknya. 😂😂

✍🏼 Yusuf Muhammad

Hingga saat ini, postingan tersebut sudah dibagikan sebanyak 279 kali, disukai oleh 9 ribu lebih akun facebook dan ada 1.000 komentar telah membanjiri postingan itu, baik komentar lucu hingga komentar membully Indrata Nur Bayuaji.

Diantaranya seperti yang dituliskan akun @SenjaTRUS KALAU PONAKAN SBY KENAPA ????? CIRI2 MANUSIA GAK MAU KALAH BEGINI BAWA2 NAMA KELUARGA …SAYA JADI CURIGA PAS SEKOLAH MUNGKIN DULU SUKA NGADU KE EMAKNYA

Kemudian komentar beikutnya dari akun @Joko Untoro “Sudahlah min biar saja mau keponakan SBY keponakan ratu laut selatan atau keponakan hercules saya kira ngga ngaruh..rakyat sekarang sdh semakin pinter kok sama pilihannya …..,”

“ini lah contoh dr Politik demokrasi yg baik yaitu dgn menyisipkan nama Bapak, ibu, Paman, tante, bukle, pakle, tulang, nantulang, Opung bahkan bila perlu nama nenek moyang yg sdh ko’it 50 thn sekalian gunakan aja yg penting bisa mendongkrak elektabilitas dlm pencalonan diri sebagai pejabat.
Hidup demokarat !!!,” tulis @Ruben Pasaribu.

kemudian comentar @ julianti sunarto Pantes partai Demokrat byk yg terlibat KKN.. Lah yg mo nyalonin jd bupati aja malah ga ngerti kalau KKN itu ga hny Korupsi, tp KOLUSI & NEPOTISME jg.
dan masih banyak lagi coment-coment lainnya.

Radarbangsa menghimbau ke para netizen bahwa Sosial media jaman sekarang nyaris tanpa batas dalam kebebasan berpendapat. Kondisi masyarakat di negri ini cukup tajam dalam mengkritisi seseorang yang. Tak jarang mengesampingkan etika serta akibat di kemudian hari.

Semoga kita lebih bijak dalam Sosial media. Selain behati-hati dalam menentukan sikap, terutama bagi publik figur.

(Yuan)

Artikel tersebut di ambil dari akun Facebook berbagai sumber

Lainnya:

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru