Khofifah Ajak ICMI Jadikan Jatim Living Laboratory Riset dan Inovasi

Senin, 21 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Pengukuhan Pengurus ICMI Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (19/9). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Pengukuhan Pengurus ICMI Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (19/9). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka ruang kolaborasi dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur untuk memperkuat riset dan inovasi yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Khofifah bahkan mengajak ICMI melihat Jawa Timur sebagai living laboratory atau laboratorium hidup bagi pengembangan pengetahuan, penelitian, dan inovasi. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Pengurus ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur Periode 2026–2031 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (19/9) malam.

Menurut Khofifah, pengukuhan kepengurusan baru ICMI Jawa Timur tidak semata-mata menjadi seremoni organisasi. Momentum tersebut dinilai dapat menjadi awal penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, cendekiawan, perguruan tinggi, pesantren, dan berbagai unsur masyarakat.

“Jawa Timur ini bisa dibilang adalah paket lengkap. Sebagai wilayah Lumbung Pangan Nasional yang memiliki sumber daya alam beragam, Jatim juga menjadi salah satu Lumbung sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Indonesia,” ujar Khofifah.

Ia menyebut Jawa Timur memiliki sekitar 42 juta penduduk dengan beragam potensi yang dapat menjadi ruang pengembangan riset sekaligus pengujian berbagai inovasi.

“Jawa Timur dengan 42 juta jiwa penduduk dan berbagai potensi lainnya adalah sebuah laboratorium hidup atau Living Laboratory bagi para akademisi. Kami optimis bahwa berbagai penelitian, pengabdian masyarakat, dan program inovasi perguruan tinggi secara konsisten dapat diimplementasikan disini,” ucapnya.

Khofifah mengatakan kekuatan Jawa Timur di sektor pangan menjadi salah satu modal penting. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak 2020 hingga semester I 2026, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi secara nasional.

Selain pangan, Jawa Timur memiliki basis sumber daya manusia yang kuat, salah satunya ditopang ekosistem pendidikan pesantren. Terdapat 7.347 pondok pesantren dengan sekitar 660 ribu santri serta lebih dari 41 ribu ustaz dan ustazah.

Menurut Khofifah, ekosistem pesantren tersebut tidak hanya berperan dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki modal intelektual, sosial, dan spiritual yang dapat dikembangkan untuk pemberdayaan masyarakat.

Potensi tersebut, lanjut dia, membuka ruang bagi penguatan riset dan inovasi melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, dan organisasi cendekiawan seperti ICMI.

Pemprov Jawa Timur, kata Khofifah, siap memberikan dukungan kebijakan dan membuka ruang kerja sama agar hasil penelitian perguruan tinggi tidak berhenti di lingkungan akademik. Riset diharapkan dapat dikembangkan menjadi inovasi yang bisa diterapkan dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk bersinergi dengan ICMI. Mari menjadikan kecendekiawanan sebagai kekuatan untuk memecahkan berbagai persoalan di tanah air Indonesia,” pesannya.

Khofifah juga mengaitkan penguatan kolaborasi tersebut dengan upaya menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Menurutnya, gagasan tersebut membutuhkan kerja bersama yang bertumpu pada potensi daerah, pengetahuan, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap ICMI Jawa Timur dapat berperan memberikan rekomendasi berbasis pengetahuan sekaligus memperkaya kebijakan publik di Jawa Timur. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat dipertemukan dengan kapasitas riset perguruan tinggi dan para cendekiawan.

Ketua Umum ICMI Pusat sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria menyambut gagasan tersebut. Ia berharap ICMI Jawa Timur dapat ikut memperkuat kebijakan yang berbasis science evidence base atau bukti ilmiah.

Arif menilai Jawa Timur memiliki modal berupa kekayaan sumber daya alam dan sumber daya intelektual. Keberadaan berbagai perguruan tinggi dengan kapasitas akademik yang kuat dinilai menjadi potensi untuk menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

“Jawa Timur itu kaya akan sumber daya alam dan kaya akan intelektual. Banyak kampus-kampus top yang ada di Jawa Timur. Saya kira ini adalah kekuatan yang sangat besar,” katanya.

Ia berharap para cendekiawan ICMI Jawa Timur dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan inovasi. Menurut Arif, gagasan dan inovasi perlu didorong hingga tahap penerapan agar dapat menjadi solusi bagi masyarakat.

Arif juga mendorong ICMI Jawa Timur memperkuat literasi masyarakat, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta kemampuan masyarakat untuk tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga menghasilkan dan mengembangkannya.

“Jadi tidak hanya understanding, tetapi juga building. Gagasan-gagasan dari Ibu Gubernur dan Pak Wagub telah banyak kami dengar dan memang sangat futuristik untuk membuat Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan pengukuhan ICMI Jawa Timur periode 2026–2031 menjadi starting point untuk membangun kerja sama dan ikhtiar bersama yang diharapkan memberikan dampak sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan tema pengukuhan, yakni mengembalikan dampak dan mengendalikan peran intelektual sebagai penuntun peradaban yang inklusif dan transformatif menuju Indonesia Emas.

“Untuk semua lini kecendekiawanan, banyak sekali ruang pengabdiannya di Jawa Timur. Saya berharap semoga ICMI Jawa Timur bukan hanya organisasinya yang besar tapi efeknya yang besar,” pungkas Emil.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim
Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan
Program SIKAP Jatim Raih Penghargaan Nasional, 1.548 Sekolah Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
TKA SMKN 8 Malang Diikuti 391 Murid, Khofifah Turun Langsung
Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba Lewat POLIDIK

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08

Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:22

SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:54

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan

Berita Terbaru