Khofifah Ajak Promosikan Batik Tulis Sampang Warisan Madura

Senin, 11 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperhatikan detail motif Batik Tulis Sampang saat berkunjung ke Workshop Batik Tulis Shalempang, Kabupaten Sampang, Minggu (10/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperhatikan detail motif Batik Tulis Sampang saat berkunjung ke Workshop Batik Tulis Shalempang, Kabupaten Sampang, Minggu (10/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk semakin mencintai sekaligus mempromosikan Batik Tulis Sampang. Menurutnya, batik dari wilayah tersebut memiliki ciri khas yang layak dibanggakan dan menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

Ajakan itu disampaikan saat Khofifah mengunjungi Workshop Batik Tulis Shalempang di Kabupaten Sampang, Minggu (10/8). Dalam kunjungan tersebut, ia menilai Batik Sampang memiliki karakter warna yang lebih jernih dan cenderung mengarah ke warna alam dibandingkan batik dari daerah lain di Madura.

“Sekilas ada kemiripan antara Sampang dan Pamekasan, namun dari segi pewarnaan, Batik Sampang lebih jernih dan warnanya sangat mirip dengan Batik Cirebon,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan, kemiripan antarbatik dari berbagai daerah menunjukkan adanya pertemuan budaya yang memperkaya seni membatik di Indonesia. Ia menekankan, batik bukan sekadar kain, melainkan karya seni dan hasil industri yang memerlukan keterampilan tinggi.

“Pembatik itu sebenarnya pelaku seni sekaligus pelaku industri. Seni membatik memiliki proses yang luar biasa, dari mencanting, melapis, mewarnai, hingga mencelup,” tuturnya.

Meski memiliki kualitas yang baik, Khofifah menilai promosi Batik Sampang masih perlu ditingkatkan. Ia membandingkan dengan batik dari Tanjung Bumi, Bangkalan, serta Pamekasan yang lebih dikenal pasar karena berani mengusung warna dan desain kontemporer.

“Di sini posisinya di antara Tanjung Bumi yang luar biasa dan Pamekasan yang pemasarannya lebih bagus. Maka, dukungan masyarakat untuk pembatik sangat dibutuhkan,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, setiap daerah di Jawa Timur memiliki motif dan teknik yang berbeda, sehingga keunikan tersebut perlu terus diperkenalkan. “Saya ingin memberi penguatan bagi pelaku seni dan industri batik. Ini budaya luar biasa yang terlahir dari nenek moyang kita,” ujarnya.

Pemilik Workshop Batik Tulis Shalempang, Ali Imron, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi terhadap pengrajin batik di Sampang. Ia menyebut, usaha yang didirikannya sejak 2001 itu merupakan kelanjutan tradisi membatik keluarga istrinya yang telah berlangsung selama tujuh generasi.

“Saya berterima kasih atas dukungan Pemprov Jatim dan Ibu Khofifah. Saat ini kami sudah memperoleh Sertifikat Halal dan tengah memproses Sertifikat Industri Hijau,” kata Ali.

Ali juga mengungkapkan, pihaknya kerap mengikuti kegiatan misi dagang yang diselenggarakan Pemprov Jatim di berbagai daerah. Ia berharap, kegiatan promosi seperti ini dapat memperluas pasar Batik Sampang, sehingga keberlanjutan warisan membatik di daerahnya tetap terjaga.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru