Khofifah Bangga Jatim Jadi Provinsi dengan Penghargaan ProKlim Terbanyak 2025

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Dorongan untuk memperkuat ketahanan iklim di tingkat daerah kembali menjadi sorotan setelah Jawa Timur mencatat capaian tertinggi dalam Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) Indonesia Tahun 2025. Provinsi ini meraih penghargaan terbanyak secara nasional, menegaskan posisinya sebagai daerah dengan komitmen paling masif dalam penanganan perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Dalam ajang yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut, Jawa Timur memborong total 21 Trophy ProKlim, terdiri dari 8 penerima ProKlim Lestari dan 13 penerima ProKlim Utama. Selain itu, provinsi ini juga mengantongi 96 sertifikat ProKlim Utama serta 65 ProKlim Madya, menjadikannya yang paling unggul dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq kepada Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jatim, Nurcholis, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada acara Penyerahan Apresiasi Pembina ProKlim Tahun 2025 di Jakarta, Senin (1/12).

Gubernur Khofifah menyambut capaian tersebut sebagai wujud konsistensi seluruh elemen di Jawa Timur dalam melakukan aksi iklim di tingkat komunitas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa masyarakat Jatim semakin sadar dan aktif menjaga lingkungan.

“Ini menjadi penguat motivasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Upaya menurunkan emisi harus dilakukan secara kolektif, bukan hanya pemerintah,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan bahwa aksi mitigasi perubahan iklim di Jawa Timur berjalan masif, terutama melalui rehabilitasi kawasan pesisir. Penanaman mangrove disebut menjadi instrumen strategis karena mampu menyerap karbon, menyediakan oksigen, dan meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi. “Mangrove adalah benteng alami. Penanaman yang kita lakukan bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk pelestarian jangka panjang,” katanya.

Khofifah menambahkan bahwa setiap individu dapat berkontribusi melalui langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membatasi kendaraan bermotor, memanfaatkan transportasi umum, menghemat air dan listrik, serta menanam pohon di lingkungan masing-masing. Menurutnya, mitigasi lingkungan hanya bisa berhasil saat dilakukan serentak dari berbagai lapisan masyarakat.

Program ProKlim Lestari sendiri merupakan penghargaan tertinggi dan telah diterima Jawa Timur sejak tahun 2020. Implementasi program ini sudah berlangsung sejak 2012 dan kini mencakup wilayah komunitas yang lebih luas, tidak lagi terbatas pada unit administratif seperti desa atau RW. “Pendekatan berbasis komunitas membuat gerakan iklim lebih relevan dan nyata di lapangan,” ucap Khofifah.

Selain penguatan ekosistem pesisir, provinsi ini juga mencatat perkembangan signifikan dalam pengelolaan sampah. Jawa Timur memiliki 5.170 bank sampah aktif—yang terbanyak secara nasional—dan berperan besar dalam menekan pencemaran lingkungan. Bank sampah turut mengurangi potensi pembentukan gas metana dari sampah organik dan anorganik yang menumpuk di TPA, salah satu gas rumah kaca berbahaya yang memiliki kemampuan memerangkap panas 25 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida.

“Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga mitigasi perubahan iklim. Sampah yang dikelola dengan baik berarti mengurangi risiko pencemaran tanah, air, serta emisi metana dari TPA,” jelas Khofifah.

Provinsi Jawa Timur juga mencatat lonjakan signifikan dalam luas tutupan mangrove. Dalam empat tahun terakhir, peningkatan mangrove mencapai 3.618 hektare atau naik 13,29 persen sejak 2021. Rata-rata penambahan mencapai lebih dari 900 hektare per tahun. Ekspansi ini didorong melalui program Mangrove Lestari, yang menjadi salah satu strategi daerah untuk mendukung target nasional Net Zero Emission 2060.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menilai bahwa keberhasilan ProKlim harus dilihat dari kualitas aksi komunitas, bukan sekadar jumlah penerima. Ia menegaskan bahwa ProKlim merupakan bagian penting dalam pencapaian target NDC Adaptasi dan dokumen NAP, yang mencakup ketahanan pangan, air, energi, kesehatan, dan ekosistem.

“Ketahanan iklim di tingkat komunitas menjadi fondasi untuk membangun ketahanan iklim yang lebih besar, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional,” kata Hanif.

Ia menekankan bahwa upaya mitigasi perlu diperluas agar mampu mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan. Aksi sederhana seperti pengelolaan sampah, penanaman pohon, pemanfaatan energi terbarukan, penggunaan pupuk organik, hingga pencegahan pembakaran lahan harus semakin diperkuat di berbagai wilayah.

Hanif menutup sambutannya dengan ajakan untuk mempercepat aksi iklim lintas sektor. “Kita sudah melihat bagaimana perubahan iklim berdampak pada cuaca ekstrem, gagal panen, hingga meningkatnya risiko bencana. Karena itu, aksi mitigasi bukan pilihan, melainkan keharusan. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penyelamatan bumi,” ujarnya.

Pada tahun 2025, Jawa Tengah menyusul di posisi kedua untuk kategori ProKlim Lestari dengan enam penerima, disusul Kalimantan Selatan dengan empat penerima. Sementara pada kategori ProKlim Utama, Jawa Tengah meraih sembilan penerima dan Jawa Barat enam penerima, menempatkan Jawa Timur sebagai pemimpin nasional dalam dua kategori bergengsi tersebut.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pasar EV Melonjak Tajam, Kemnaker Siapkan SDM Green Jobs untuk Tangkap Peluang Kerja Baru
Kemnaker Gandeng Wadhwani dan Indosat, Percepat SDM Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
Borong 3 Award Halal, Khofifah Pertegas Posisi di Tengah Dinamika Politik Nasional
Khofifah Bawa Jatim Borong 3 Penghargaan Halal 2026, Tegaskan Halal Mesin Ekonomi
Hardiknas 2026: Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas, Ubah Cara Didik Siswa
Danramil Turun Tangan di SPPG Sidoarjo, Ingatkan Soal Nyawa di Balik Makanan Warga
Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah
Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pasar EV Melonjak Tajam, Kemnaker Siapkan SDM Green Jobs untuk Tangkap Peluang Kerja Baru

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemnaker Gandeng Wadhwani dan Indosat, Percepat SDM Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:04 WIB

Borong 3 Award Halal, Khofifah Pertegas Posisi di Tengah Dinamika Politik Nasional

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:57 WIB

Khofifah Bawa Jatim Borong 3 Penghargaan Halal 2026, Tegaskan Halal Mesin Ekonomi

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:10 WIB

Hardiknas 2026: Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas, Ubah Cara Didik Siswa

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB