SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur menyalurkan 1.000 kacamata gratis untuk guru PAUD, TK, RA, dan TPQ di Islamic Center Surabaya, Minggu (11/10). Bantuan senilai Rp400 juta tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Program bertema “Menebar Manfaat, Menguatkan Umat” itu ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan mata para pendidik. Berdasarkan data penyelenggara, penerima bantuan terdiri atas 449 guru TK, 101 guru RA, 173 guru PAUD, dan 277 guru TPQ.
Khofifah mengapresiasi kolaborasi BAZNAS Jatim dengan berbagai pihak dalam menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi.
“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa atas sinergi, kolaborasi dari BAZNAS Jawa Timur yang mengkoordinasikan sangat banyak elemen,” ujarnya.
Menurut Khofifah, pendekatan pembangunan perlu memperhatikan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Selain bantuan kacamata, program yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencakup beasiswa, bantuan usaha, dan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Jadi partnership di antara BAZNAS dengan berbagai elemen strategis, lalu dibikinlah forum dalam rangkaian Hari Jadi Pemprov ke-81. Menurut saya sangat komprehensif, pendekatannya ini betul-betul human development index approach, ada kesehatan, beasiswa pendidikan serta pemberdayaan ekonomi,” katanya.
Selain kacamata gratis, BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan tunai kepada 438 mustahik senilai Rp262 juta dan bantuan bedah rumah untuk 15 mustahik senilai Rp300 juta. Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) juga menjadi bagian dari dukungan di bidang pendidikan.
Di sektor ekonomi, BAZNAS Jatim menyiapkan 81 unit rombong usaha bagi pelaku UMKM dengan total nilai Rp283 juta. Dalam kegiatan tersebut, bantuan rombong diserahkan secara simbolis kepada 10 penerima.
“Pertama pendidikan, ada beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), dua ekonomi ada program memberikan rombong dan memberikan modal, ketiga adalah kesehatan juga, di sini sangat spesifik untuk kesehatan mata,” jelas Khofifah.
Ia berharap bantuan peralatan usaha dapat membantu penerima mengembangkan dagangan dan meningkatkan pendapatan keluarga. Khofifah juga meminta perangkat daerah dan badan layanan umum daerah mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan dukungan, termasuk untuk perbaikan rumah, biaya pendidikan, dan penguatan usaha mikro.
Khusus program kacamata, penerima terlebih dahulu menjalani pemeriksaan mata agar bantuan sesuai dengan kebutuhan penglihatan masing-masing. Sebagian kacamata dapat diserahkan pada hari pelaksanaan, sedangkan penerima yang masih menjalani pemeriksaan perlu menunggu proses pembuatan sekitar dua minggu.
Program tersebut melibatkan RS Mata Masyarakat Jawa Timur dan RSUD Dr. Soetomo.
Ketua BAZNAS Jawa Timur M. Ghofirin mengatakan, bantuan kacamata merupakan bentuk perhatian kepada para guru yang berperan penting dalam pendidikan, tetapi masih menghadapi keterbatasan kesejahteraan.
“Guru itu kita kenal kesejahteraannya beda dengan profesi selain guru, maka ada istilah pahlawan tanpa tanda jasa. Itulah alasan kenapa kami dari BAZNAS memberi perhatian dengan memberikan kacamata standar optik kepada guru bukan kacamata yang biasa,” ungkapnya.
Dalam kegiatan yang sama, Khofifah meluncurkan aplikasi HaloBAZ Jatim untuk memudahkan layanan zakat, infak, dan sedekah melalui ekosistem digital. Penandatanganan nota kesepahaman juga dilakukan antara BAZNAS Jatim dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan.
Melalui rangkaian program tersebut, dukungan BAZNAS Jatim mencakup kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar