MALANG, RadarBangsa.co.id – Kota Malang menjadi pusat perhatian nasional setelah menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Beregu XX Piala Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Tahun 2026. Ajang yang diikuti 1.022 atlet dari 71 kontingen peradilan se-Indonesia ini dinilai tidak hanya memperkuat persaudaraan nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi Jawa Timur melalui sektor sport tourism.
Pembukaan kejuaraan berlangsung di Stadion Gajayana, Malang, Jumat (12/6), dipimpin Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. Sunarto dan didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hadir mewakili lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara untuk memperebutkan Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung RI.
Suasana pembukaan berlangsung meriah. Parade kontingen dari seluruh Indonesia, pengibaran bendera Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP), pembacaan janji atlet dan wasit hingga pertunjukan budaya khas Malangan menjadi pembuka rangkaian pertandingan yang akan berlangsung hingga 16 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional yang mempertemukan keluarga besar peradilan Indonesia.
Menurutnya, Kejurnas ini memiliki nilai strategis karena menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa.
“Selamat datang di Jawa Timur, para atlet dari Sabang sampai Merauke. Ini adalah Bumi Majapahit, bumi yang menanamkan nilai-nilai moderasi, keberagaman, persaudaraan, dan persatuan,” kata Khofifah.
Khofifah menilai olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai latar belakang profesi, daerah, dan budaya. Karena itu, Kejurnas Tenis Piala Ketua MA menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas antarinsan peradilan di seluruh Indonesia.
Selain aspek persaudaraan nasional, Khofifah menyoroti dampak ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan event berskala nasional tersebut. Kehadiran lebih dari seribu atlet, ofisial, pendamping, dan keluarga peserta diyakini menggerakkan berbagai sektor ekonomi lokal.
Mulai dari perhotelan, restoran, transportasi, perdagangan hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) disebut merasakan efek positif dari meningkatnya kunjungan ke Malang selama kejuaraan berlangsung.
“Kami sampaikan terima kasih. Hari ini kedatangan panjenengan semua memberikan manfaat luar biasa. Hotel-hotel penuh, restoran-restoran penuh, angkutan-angkutan penuh, dan tentu banyak destinasi wisata yang bisa dijelajahi selama berada di Jawa Timur,” ujarnya.
Tak hanya mengajak peserta menikmati pertandingan, Khofifah juga mendorong para atlet dan tamu yang hadir untuk mengenal destinasi wisata unggulan serta produk-produk UMKM lokal.
Bahkan, secara khusus ia memperkenalkan layanan transportasi publik Trans Jatim yang saat ini terus dikembangkan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan di berbagai kawasan strategis Jawa Timur.
“Kami siap mendampingi. Jika ingin menjelajah Malang Raya, tersedia layanan Trans Jatim yang aman, nyaman, dan terintegrasi,” katanya.
Dalam suasana yang lebih santai, Khofifah juga menyampaikan pantun yang mengajak seluruh peserta mendukung perekonomian masyarakat dengan berbelanja produk UMKM selama berada di Kota Malang.
Sementara itu, Ketua Mahkamah Agung RI Sunarto menegaskan bahwa olahraga dan dunia peradilan memiliki nilai-nilai yang saling berkaitan. Menurutnya, olahraga mengajarkan disiplin, integritas, kerja keras, kesabaran, tanggung jawab, dan komitmen yang juga menjadi fondasi penting dalam membangun lembaga peradilan modern.
“Olahraga mengajarkan kepada kita bahwa setiap kemenangan membutuhkan disiplin, latihan yang konsisten, kerja keras, kesabaran, dan komitmen yang kuat. Nilai-nilai itulah yang juga diperlukan dalam membangun lembaga peradilan yang modern, profesional, dan terpercaya,” tegas Sunarto.
Ia berharap semangat sportivitas yang tumbuh selama kompetisi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari para aparatur peradilan.
Menurut Sunarto, kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan hanya dapat dibangun melalui integritas yang kuat dan konsistensi dalam menjalankan tugas.
“Saya percaya bahwa apabila semangat sportivitas dan integritas dapat terus kita pelihara, maka keluarga besar peradilan Indonesia akan semakin kuat dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” katanya.
Berdasarkan data panitia, Kejurnas Tenis Beregu XX Piala Ketua MA RI Tahun 2026 diikuti 71 tim putra, 52 tim putri, serta 26 pasangan ganda. Total terdapat 1.022 atlet yang terdiri atas hakim, aparatur peradilan, hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan peradilan.
Pertandingan digelar di 10 lapangan tenis yang tersebar di Kota Malang dan wilayah sekitarnya. Besarnya jumlah peserta menjadikan ajang ini sebagai salah satu kegiatan olahraga warga peradilan terbesar yang digelar pada tahun 2026.
Selain menjadi arena kompetisi, Kejurnas ini diharapkan memperkuat semangat kebangsaan, mempererat hubungan antarlembaga peradilan, serta mendukung program pengembangan sport tourism yang terus didorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Selamat bertanding, tampilkan kemampuan terbaik Anda, jaga kesehatan, junjung tinggi sportivitas, dan perkuat persaudaraan,” pungkas Sunarto.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar