MALANG, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan dua program studi baru jenjang Master Degree di King’s College London (KCL) Singhasari Malang, Jumat (2/10). Dua prodi tersebut yakni LLM Digital Law dan MSc Advanced Cyber Security.
Peluncuran dilakukan melalui soft launching dan diharapkan dapat dilanjutkan dengan dimulainya perkuliahan pada September 2027. Dalam agenda tersebut, Khofifah didampingi Konsul Kehormatan Inggris untuk Surabaya Ivy Kamadjaja, Rektor KCL untuk Indonesia dan Asia Tenggara Prof. Simon Tanner, serta jajaran pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari Malang.
Selain memperkenalkan dua prodi baru, Khofifah menyambut mahasiswa baru program Digital Economies dan Digital Futures yang telah dimulai di KEK Singhasari.
Khofifah menyebut Digital Law dan Advanced Cyber Security sebagai bidang yang dibutuhkan pemerintah maupun sektor swasta, terutama di tengah meningkatnya ancaman terhadap keamanan digital.
“Hari ini kita mendapatkan kabar baik, harapan baru bahwa ada dua prodi yang sangat dibutuhkan oleh negeri ini, institusi pemerintah maupun private sector. Digital Law dan Advance Cyber Security. Bukan sekedar cyber security, tapi Advance Cyber Security,” ucap Khofifah.
Menurut Khofifah, kebutuhan sumber daya manusia di bidang hukum digital dan keamanan siber semakin mendesak seiring pesatnya transformasi digital. Ia merujuk data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang mencatat 5,5 miliar serangan siber di Indonesia sepanjang 2025.
Ancaman tersebut disebut masih berlanjut. Dalam periode 1 Januari hingga 15 April 2026, BSSN mencatat 1,42 miliar serangan siber di Indonesia.
“Ini artinya bahwa kita harus memproteksi data kita, keamanan kita semuanya. Apakah dari keamanan nasional, keamanan perbankan dan sektor-sektor swasta lainnya,” tegasnya.
Khofifah berharap keberadaan dua prodi tersebut dapat dimanfaatkan berbagai instansi, termasuk Kejaksaan, Kepolisian, Imigrasi, kementerian terkait, hingga pemerintah daerah.
Ia juga menilai Digital Law semakin penting seiring perkembangan aset digital seperti Bitcoin dan kripto serta transaksi keuangan berbasis teknologi. Sementara itu, penguasaan keamanan siber dibutuhkan untuk melindungi data dan infrastruktur vital nasional.
Khofifah menegaskan, meski kampus KCL berada di Singhasari Malang, manfaat pendidikan tersebut ditujukan untuk kebutuhan bangsa dan negara Indonesia.
“Jadi tempatnya saja di Singhasari Malang Jawa Timur tapi ini sebetulnya kebutuhan bangsa dan negara Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Prof. Simon Tanner menyampaikan apresiasinya atas dukungan Khofifah terhadap peluncuran dua prodi tersebut. Menurutnya, program itu merupakan hasil kolaborasi dan diskusi mengenai kebutuhan keterampilan masyarakat Jawa Timur dan Indonesia.
Ia memastikan mahasiswa nantinya memperoleh pembelajaran menyeluruh, termasuk etika peretasan serta kemampuan menghadapi serangan dan ancaman siber.
“Kami sangat senang dan merasa terhormat atas dukungan Ibu Gubernur Khofifah. Sebagai salah satu universitas Top 50 dunia, kami berkesempatan untuk menggelar pembelajaran penting di Indonesia,” terangnya.
KCL disebut telah diakui sebagai Academic Centre of Excellence dalam Penelitian Keamanan Siber oleh National Cyber Security Centre (NCSC) UK. Program gelar pascasarjana Cyber Security KCL juga disebut mendapatkan sertifikasi langsung dari NCSC.
Dalam bahan yang disampaikan, KCL juga tercatat berada di peringkat enam di Inggris dan Top 50 Global untuk Jurusan Ilmu Komputer dan Sistem Informasi berdasarkan QS Rankings.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar