Khofifah Pastikan Program Gula Nasional Tancap Gas di Jatim

Rabu, 24 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jawa Timur dan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat Rapat Koordinasi Percepatan Program Hilirisasi Perkebunan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jawa Timur dan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat Rapat Koordinasi Percepatan Program Hilirisasi Perkebunan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan kesiapan penuh untuk menjadi motor utama swasembada gula nasional. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Program Hilirisasi Perkebunan yang digelar Forkopimda Jawa Timur bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (23/12).

Rakor strategis ini mempertemukan unsur pimpinan daerah dan aparat penegak hukum sebagai satu kesatuan kebijakan. Hadir dalam forum tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Kajati Jatim Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol, serta seluruh bupati dan wakil bupati se-Jawa Timur.

Agenda utama rakor difokuskan pada percepatan swasembada gula nasional melalui perluasan dan peremajaan lahan tebu. Dalam skema nasional, Jawa Timur diproyeksikan menanam 70 ribu hektare tebu dari total target nasional 100 ribu hektare. Artinya, sekitar 70 persen program perluasan tebu nasional akan bertumpu di provinsi ini.

Gubernur Khofifah menilai kekuatan utama Jawa Timur terletak pada soliditas lintas sektor dan kesiapan daerah. Menurutnya, kehadiran kepala daerah dalam rakor menjadi kunci karena masing-masing telah melakukan pemetaan lahan potensial yang dapat segera dimanfaatkan.

“Forum ini mempertemukan pengambil keputusan strategis di Jawa Timur. Dengan pemetaan lahan yang sudah dilakukan di tingkat kabupaten/kota, kita bisa mempercepat perluasan tanam tebu tanpa mengganggu ketahanan pangan yang sudah ada,” ujar Khofifah.

Ia menekankan bahwa Jawa Timur memiliki Luas Tambah Tanam (LTT) tertinggi secara nasional, mencapai 1,8 juta hektare. Capaian tersebut, kata dia, tidak boleh terganggu meskipun terjadi ekspansi komoditas lain seperti tebu.

“Karena swasembada beras sudah tercapai, maka capaian ini harus dijaga. Peruntukan lahan harus dihitung dengan sangat cermat agar swasembada beras dan gula bisa berjalan bersamaan,” jelasnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam arahannya menegaskan batas waktu 90 hari bagi pemerintah daerah di Jawa Timur untuk melakukan bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu lama dengan tunas baru. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas gula nasional dalam waktu cepat.

Untuk mendukung percepatan tersebut, Gubernur Khofifah menyatakan Pemprov Jatim akan menyiapkan lokasi konsinyering di sekitar Gedung Negara Grahadi sebagai pusat koordinasi intensif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga pelaku usaha perkebunan.

Selain sektor tebu, rakor juga membahas penguatan hilirisasi di sektor peternakan. Jawa Timur dipastikan menjadi provinsi pertama yang membangun fasilitas produksi Grand Parent Stock (GPS) milik negara. Fasilitas ini akan menghasilkan bibit unggas berkualitas untuk mendukung ketersediaan Final Stock atau DOC komersial secara berkelanjutan.

Tak hanya itu, program Produksi Susu Nasional (PSN) juga menjadi perhatian, terutama dalam penyediaan sapi dara bunting di wilayah dengan basis peternak kuat. Khofifah menilai seluruh program tersebut sejalan dengan kultur pertanian dan peternakan masyarakat Jawa Timur.

“Program-program ini bukan sesuatu yang asing bagi petani dan peternak kami. Justru sangat dekat dengan keseharian mereka, sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan pada ekonomi masyarakat,” katanya.

Mentan Amran memberikan apresiasi khusus terhadap kinerja Jawa Timur yang konsisten berada di tiga besar nasional untuk berbagai komoditas pertanian. Ia optimistis, keberhasilan Jawa Timur akan menjadi penentu keberhasilan nasional.

“Kalau Jawa Timur berhasil, insya Allah tahun depan Indonesia tidak perlu impor gula putih. Karena setengah lebih produksi tebu nasional ada di Jawa Timur,” tegas Amran.

Ia menyebutkan pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Rp1,6 triliun untuk mendukung swasembada gula, dengan target produksi meningkat dari 2,68 juta ton menjadi 3 juta ton pada 2026. Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Pertanian menyalurkan 100 unit traktor untuk mendukung percepatan tanam di Jawa Timur.

Menutup rakor, Gubernur Khofifah menegaskan kesiapan Jawa Timur menjalankan seluruh program strategis nasional secara maksimal melalui sinergi lintas sektor.

“Kami siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Dengan dukungan pemerintah pusat dan kerja bersama seluruh daerah, Jawa Timur siap menjadi penopang utama swasembada pangan nasional,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru