GRESIK, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menyalurkan bantuan sosial dalam rangkaian program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan. Pada titik ke-15 kegiatan tersebut, bantuan senilai Rp7,6 miliar disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Gresik, Jumat (13/3).
Penyaluran bantuan dilakukan di Pendopo Kabupaten Gresik dan melibatkan sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Program ini diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjadi bantalan ekonomi bagi kelompok masyarakat rentan.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan memiliki dua pendekatan, yakni bantuan yang bersifat penguatan ekonomi produktif dan bantuan sosial karitatif bagi kelompok rentan seperti lansia maupun penyandang disabilitas.
“Ini adalah Sapa Bansos Amaliyah Ramadan yang ke-15. Kita berharap seluruh proses distribusi bansos tepat sasaran dan tepat pemakaian. Ada bantuan yang diarahkan untuk penguatan modal usaha, tetapi ada juga yang bersifat charity bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas,” ujar Khofifah.
Secara rinci, bantuan dari Dinas Sosial Jawa Timur mencapai Rp3.445.900.000. Bantuan tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp2.404.000.000 bagi 1.202 keluarga penerima manfaat.
Selain itu, bantuan untuk penanganan kemiskinan ekstrem sebesar Rp174.000.000 disalurkan kepada 116 penerima. Sementara bantuan sosial penyandang disabilitas (ASPD) sebesar Rp489.600.000 diberikan kepada 136 penerima.
Tak hanya itu, terdapat pula bantuan KIP PPKS Jawara sebesar Rp3.000.000 kepada satu penerima serta bantuan permakanan LKS LU sebesar Rp128.100.000 untuk 28 penerima manfaat.
Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Jawa Timur juga menyalurkan bantuan dukungan operasional dan tali asih kepada pilar-pilar sosial yang selama ini berperan langsung dalam pelayanan kesejahteraan masyarakat.
Penerima bantuan tersebut meliputi SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga Taruna Siaga Bencana (Tagana). Total bantuan untuk kelompok ini mencapai Rp247.200.000 yang diberikan kepada 118 penerima.
Sementara itu, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur, bantuan senilai Rp736.900.000 disalurkan untuk penguatan ekonomi desa. Bantuan tersebut terdiri dari penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebesar Rp400.000.000 untuk empat desa.
Kemudian Program Desa Berdaya sebesar Rp200.000.000 untuk dua desa serta Program Jatim Puspa sebesar Rp91.900.000 untuk satu desa. Selain itu terdapat Bantuan Keuangan Khusus Kabupaten sebesar Rp45.000.000.
Tidak berhenti di situ, pemerintah provinsi juga menyalurkan bantuan keuangan desa senilai Rp3.400.000.000 melalui sejumlah perangkat daerah. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa.
Rinciannya meliputi bantuan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebesar Rp150.000.000 untuk satu desa. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya menyalurkan Rp1.600.000.000 untuk sembilan desa.
Selanjutnya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga memberikan Rp500.000.000 kepada tiga desa, sementara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan Rp1.150.000.000 kepada tujuh desa.
Selain bantuan sosial, terdapat pula bantuan dari BUMD Jawa Timur berupa zakat produktif senilai Rp25.000.000 yang diberikan kepada 50 penerima manfaat. Program ini bertujuan membantu penguatan usaha kecil masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan pembinaan jalan kabupaten berupa 250 drum aspal untuk mendukung peningkatan infrastruktur jalan daerah.
Menurut Khofifah, berbagai bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan masyarakat rentan tetap terlindungi di tengah tantangan ekonomi.
“Seluruh bantuan ini adalah bagian dari ikhtiar Pemprov Jawa Timur untuk memastikan masyarakat rentan tetap terlindungi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi mereka,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memperkuat sinergi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, integrasi program antara pemerintah provinsi dan daerah menjadi kunci agar bantuan sosial tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Kita punya banyak program bantuan sosial yang bisa dikolaborasikan dengan kabupaten/kota. Ini penting agar bantuan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga menjadi bantalan ekonomi sekaligus pengungkit bagi kemandirian masyarakat,” kata Khofifah.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Gresik melalui berbagai program bantuan tersebut.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan tidak hanya memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan, tetapi juga memberikan dorongan nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat dan pembangunan desa.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah atas perhatian yang luar biasa kepada masyarakat Kabupaten Gresik. Bantuan ini sangat bermanfaat dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai program bantuan dari pemerintah provinsi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk dikembangkan hingga ke tingkat desa.
“Program-program ini sangat baik dan bisa kami duplikasi menjadi program Pemkab hingga desa-desa. Ini menjadi harapan masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar