SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Realisasi investasi Jawa Timur sepanjang 2025 mencatat kinerja di atas ekspektasi nasional. Capaian tersebut menegaskan daya tarik iklim usaha daerah sekaligus memperlihatkan konsistensi stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI, total realisasi investasi Jawa Timur selama 2025 mencapai Rp147,7 triliun atau 100,1 persen dari target Rencana Strategis (Renstra) 2025–2026 sebesar Rp147,5 triliun.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap Jawa Timur sebagai tujuan investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Capaian realisasi investasi ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Jawa Timur, meskipun perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan,” ujar Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, dalam keterangannya.
Struktur investasi Jawa Timur pada 2025 didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp101,8 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp43,3 triliun dan investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mencapai Rp2,6 triliun.
Pada Triwulan IV 2025, realisasi investasi non-UMK mencapai Rp40 triliun. Angka tersebut tumbuh 31,6 persen secara kuartalan (quarter to quarter) dan meningkat 11,4 persen secara tahunan (year on year).
Dengan capaian tersebut, Jawa Timur menempati peringkat ketiga nasional dengan kontribusi 8,1 persen terhadap total realisasi investasi nasional.
“Pada triwulan terakhir 2025, PMDN masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp29,2 triliun atau sekitar 73 persen dari total realisasi investasi triwulan tersebut,” jelas Khofifah.
Menurut Khofifah, dominasi investasi domestik menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap kepastian hukum dan iklim usaha di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi, kata dia, terus menjaga stabilitas daerah serta memperkuat infrastruktur pendukung investasi.
“Konektivitas melalui Tol Trans Jawa, pengembangan pelabuhan yang efisien, serta kondisi keamanan yang kondusif menjadi faktor penting yang terus kami jaga untuk mendukung investasi,” katanya.
Di luar investasi skala besar, pertumbuhan investasi UMK sebesar Rp2,6 triliun dinilai strategis karena berhubungan langsung dengan penguatan ekonomi rakyat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong formalisasi usaha mikro melalui percepatan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) lewat program SALEHA (Sadar Legalitas Berusaha).
“Kesadaran pelaku UMK terhadap legalitas usaha semakin meningkat. Ini menjadi pintu masuk bagi usaha kecil untuk naik kelas dan memperluas akses pembiayaan,” ujar Khofifah.
Sepanjang 2025, Pemprov Jawa Timur mencatat penerbitan 52.888 perizinan melalui sistem digital JOSS, JOSS GANDOS, serta penguatan layanan helpdesk. Upaya tersebut diperkuat promosi investasi melalui POINT Jatim dan pendampingan langsung lewat program KLIK (Klinik Investasi Keliling).
Menatap 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan peningkatan kualitas investasi dengan fokus pada sektor berteknologi tinggi, ramah lingkungan, dan padat karya. “Investasi harus memberi efek ganda, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Khofifah.
Lainnya:
- May Day Jember Pecah, BPJS Ketenagakerjaan Kirim Sinyal Keras Soal Nasib Pekerja Rentan
- Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
- Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








