Khofifah Tanam 5.000 Pohon di Lumajang, Dorong Penguatan Alam dan Target Net Zero 2060

Jumat, 12 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanam pohon di Lumajang dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia 2025. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanam pohon di Lumajang dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia 2025. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Gerakan pemulihan lingkungan kembali mendapat dorongan besar di Jawa Timur. Pada puncak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025, yang digelar di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jumat (12/12), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin penanaman 5.000 bibit pohon bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan para pegiat lingkungan.

Selain gerakan menanam, Pemprov Jatim juga menyerahkan bantuan 484.743 batang bibit pohon serta beragam Alat Ekonomi Produktif (AEP) untuk puluhan Kelompok Tani Hutan (KTH) dari Lumajang, Probolinggo, Jember, Pasuruan, Situbondo, hingga Banyuwangi. Bantuan ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi komoditas kehutanan agar para petani memperoleh nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Catatan kinerja KTH Jatim pun menunjukkan hasil signifikan. Hingga 11 Desember 2025 pukul 15.00 WIB, Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) KTH Jatim mencapai Rp1,61 triliun, atau 48,29 persen dari total NTE nasional. Angka ini sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai daerah dengan kontribusi tertinggi secara nasional pada sektor tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa gerakan menanam pohon tidak boleh berhenti pada momentum seremonial. Kebiasaan menanam, menurutnya, harus menjadi budaya sehari-hari. Ia menuturkan bahwa keluarganya telah membiasakan menanam pohon setiap tahun sejak 1991, tepat saat momen ulang tahun keluarga. “Kalau selama ini memberi bunga papan untuk sebuah acara, ayo mulai dikonversi menjadi pohon hidup. Hidup itu menghidupkan, urip gawe urup,” ujarnya.

Khofifah optimistis langkah kolektif menambah tutupan vegetasi akan membantu mengejar target Indonesia mencapai Net Zero Emission 2060. Ia bahkan meyakini Jawa Timur mampu berkontribusi pada percepatan target nasional menuju 2050, terutama melalui perluasan ekosistem mangrove yang mampu menyerap karbon dioksida lima kali lebih besar dibandingkan jenis tanaman lain.

Tidak hanya itu, Khofifah juga menyoroti dukungan internasional yang diterima Jatim melalui program RISING Fellowship antara Pemerintah Indonesia dan Singapura. Kerja sama ini mencakup pengembangan teknologi penangkapan karbon, perdagangan karbon, dan skema kredit karbon. “Harapannya, apa yang kita tanam hari ini menjadi amal jariyah bagi kita semua. Bisa kita sebut sedekah oksigen, yang manfaatnya dirasakan bersama,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan salah satu upaya mitigasi bencana yang semakin penting, terutama menghadapi ancaman hidrometeorologi di akhir tahun. Dengan kondisi iklim yang makin tak menentu, vegetasi di daerah aliran sungai harus dipulihkan untuk menekan risiko banjir, longsor, maupun angin kencang. “Jawa Timur terus memperkuat DAS dengan penyediaan bibit dan gerakan penanaman. Ini langkah strategis untuk menekan risiko bencana yang banyak terjadi di daerah lain,” jelasnya.

Khofifah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan pada musim liburan akhir tahun. “Hindari titik rawan pantai, tebing rawan longsor, dan daerah yang kerap dilanda hujan ekstrem. Pastikan keluarga kita berlibur dengan aman dan tenang,” katanya menutup sambutan.

Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga kelestarian hutan. Di antaranya Anggota DPD RI Dapil Jatim, Lia Istifhama, serta Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Selain penghargaan, bantuan alat produksi juga diberikan kepada KTH Wana Tirta berupa 56 paket alat pengaduk gula dan wajan, serta kepada KTH Sumbulatin Bondowoso berupa huller, roaster kopi, pulper, dan grinder masing-masing satu unit.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Jatim. “Terima kasih Ibu Gubernur atas perhatian besar kepada masyarakat Lumajang. Bantuan bibit kelapa dan AEP ini sangat berarti bagi para petani,” ujarnya.

Ia berharap kebiasaan menanam pohon dapat terus berkembang menjadi gerakan masyarakat. “Beliau menyebut ini sedekah oksigen. Semoga bisa menjadi inspirasi—satu orang, satu pohon, setiap tahun,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru