JEMBER, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat dari lapisan bawah. Hal ini ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Tahap 1B di kawasan Jember Sport Garden (JSG), Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Kamis (31/7).
Gubernur Khofifah menyatakan bahwa operasional sekolah tersebut, yang semula dijadwalkan 15 Agustus, berpeluang dimajukan menjadi 5 Agustus. Hal ini dilakukan demi menjawab kebutuhan pendidikan dasar dan menengah bagi anak-anak dari keluarga miskin yang masuk dalam Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Harapan kami SR tahap 1B di Jember bisa segera digunakan. Kemungkinan dipercepat dari 15 Agustus menjadi 5 Agustus,” kata Khofifah di sela-sela kunjungan.
Dalam tinjauan tersebut, Gubernur menyempatkan diri menyapa langsung 100 siswa SD dan SMP yang tergabung dalam empat rombongan belajar (rombel). Ia menyampaikan semangat dan doa bagi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak.
“Sekolahnya baik. Anak-anak terlihat ceria dan bahagia. Semoga semangat belajar mereka terus tumbuh,” ucap Khofifah.
SR Jember yang berkonsep *boarding school* diperuntukkan bagi siswa dari keluarga prasejahtera. Sarana yang tersedia cukup lengkap, mulai dari asrama putra dan putri, ruang belajar, laboratorium IPA dan komputer, ruang makan, hingga kamar mandi dan tempat tidur siswa.
“Saya menilai desain sekolah ini sangat representatif. Ruang belajar, kantin, meja, hingga fasilitas asrama sudah hampir rampung. Semua dalam tahap finishing,” tutur Khofifah.
Ia menambahkan, pengiriman perlengkapan belajar dan kebutuhan siswa akan dilakukan mendekati hari pertama masuk sekolah. Pemerintah menargetkan fasilitas siap digunakan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Untuk tahun ajaran 2025/2026, SR JSG Jember akan menjadi rumah belajar bagi 100 siswa dari jenjang SD dan SMP yang berasal dari kalangan kurang mampu. Mereka akan tinggal dan belajar secara gratis dalam sistem boarding school penuh.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong kesetaraan pendidikan. Sebelumnya, 12 sekolah rakyat Tahap 1A telah resmi dibuka serentak pada 14 Juli lalu. Menyusul, dua SR tahap 1B akan mulai beroperasi per 1 Agustus, dan lima sekolah lainnya dijadwalkan aktif pada 15 Agustus mendatang.
Dengan demikian, total 19 sekolah rakyat akan beroperasi penuh pada tahun ajaran 2025/2026 di berbagai daerah di Jawa Timur.
“SR hadir untuk memastikan tidak ada anak Jawa Timur yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegas Gubernur Khofifah.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








