BOJONEGORO, RadarBangsa.co.id – Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung mengecek sentra ternak sapi di Kabupaten Bojonegoro. Langkah ini dilakukan di tengah tingginya lalu lintas pengiriman hewan kurban ke berbagai daerah yang rawan memicu penyebaran penyakit ternak.
Didampingi Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul, serta Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Ariani, Khofifah meninjau peternakan milik H. Wariyanto di Desa Semutan Pomahan, Kecamatan Baureno, Senin (25/5).
Di lokasi tersebut, sekitar 90 ekor sapi jenis Simental, Limosin, dan Peranakan Ongole (PO) dipersiapkan untuk kebutuhan kurban. Sebagian besar bahkan sudah dipesan pembeli dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Khofifah menegaskan, pengawasan kesehatan hewan menjadi prioritas utama karena mobilitas ternak menjelang Idul Adha meningkat tajam. Kondisi itu dinilai rawan jika tidak disertai kontrol ketat dari pemerintah dan dokter hewan.
“Kita terus berkomitmen memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi sehat, aman, dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Untuk itu, pengawasan kesehatan hewan serta tata kelola distribusi harus terus diperkuat,” ujar Khofifah.
Ia mengatakan, Pemprov Jatim terus memperkuat langkah antisipasi melalui vaksinasi gratis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemeriksaan kesehatan rutin, hingga pengawasan distribusi ternak antarwilayah.
“Alhamdulillah dengan adanya vaksin gratis, PMK pada hewan kurban sangat berkurang. Permintaan hewan kurban bahkan hingga Jabodetabek sampai Kalimantan, maka harus tetap ada pengawasan dari dokter hewan,” katanya.
Menurut Khofifah, setiap sapi yang dikirim wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen itu menjadi jaminan bahwa hewan kurban dalam kondisi sehat sebelum sampai ke tangan masyarakat.
“Kita pastikan ternak yang dilalu lintaskan sehat. Ini kan lalu lintas ternak padat sekali dua hari sebelum Idul Adha, sehingga kita melakukan pengawasan pergerakan ternak dari kabupaten ke kabupaten lainnya,” tegasnya.
Ia juga memastikan proses distribusi hewan kurban ke masjid dan daerah tujuan berjalan lancar tanpa hambatan kesehatan maupun administrasi.
“Kita kontrol, kita awasi melalui Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari ternak yang akan dilalulintaskan melalui dokter hewan yang berwenang. Besok akan segera pengiriman ke masjid, InsyaAllah berjalan dengan lancar,” lanjutnya.
Tak hanya soal kesehatan ternak, Khofifah juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan peternak lokal. Momentum Idul Adha tahun ini disebut membawa angin segar karena permintaan pasar meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Ariani mengungkapkan, harga sapi kurban tahun ini cenderung membaik seiring tingginya animo masyarakat untuk berkurban.
“Peternak pada posisi bahagia karena harganya lebih baik daripada tahun lalu. Permintaan cukup bagus, ketersediaan juga cukup sehingga Jatim aman. Untuk stok, kita lebih surplus,” kata Indi.
Ia berharap Jawa Timur tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai lumbung ternak nasional di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahun.
Sementara itu, pemilik peternakan H. Wariyanto mengaku sebagian besar sapi miliknya sudah terjual ke sejumlah daerah seperti Jombang, Kediri hingga Surabaya.
“Di sini ada sekitar 90 ekor sapi dan alhamdulillah sebagian besar sudah terjual hingga Jombang, Kediri, bahkan Surabaya,” ujarnya.
Wariyanto juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap peternak, terutama lewat program vaksinasi dan bantuan kesehatan hewan yang dinilai sangat membantu menjaga kualitas ternak.
“Maturnuwun sanget. Kehadiran Ibu Gubernur membuat masyarakat dan peternak semakin semangat. Vaksin gratis, vitamin untuk sapi juga gratis, sehingga sapi-sapi sehat semua,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar