MANGGARAI TIMUR, RadarBangsa.co.id – Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Universitas Airlangga (UNAIR) Khofifah Indar Parawansa memastikan bantuan IKA UNAIR Peduli Gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dapat terdistribusi tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.
Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur itu meninjau bantuan IKA UNAIR Peduli Gempa Flores NTT di Kabupaten Manggarai Timur, Senin (24/8). Sekitar 100 kardus bantuan disiapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Bantuan tersebut terdiri atas berbagai kebutuhan khusus perempuan, perlengkapan bayi, obat-obatan, serta kebutuhan lainnya. Jenis bantuan disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi tanggap darurat bencana.
Khofifah menegaskan, ketepatan sasaran harus menjadi prinsip utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan. Menurutnya, besarnya jumlah bantuan tidak akan optimal apabila distribusi tidak dibarengi pemetaan kebutuhan dan koordinasi yang baik di lapangan.
“Bantuan ini harus dipastikan tidak berhenti di titik pengumpulan atau serah terima. Yang paling penting adalah bagaimana bantuan dapat sampai dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, terutama perempuan, bayi, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” ujarnya.
Ia meminta proses distribusi dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah terdampak. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penumpukan bantuan di lokasi yang relatif mudah dijangkau, sementara masyarakat di daerah dengan akses terbatas belum memperoleh dukungan yang memadai.
“Distribusi harus berdasarkan kebutuhan di lapangan. Jangan sampai bantuan terkonsentrasi di lokasi yang mudah dijangkau, sedangkan masyarakat yang berada di wilayah dengan akses terbatas justru belum mendapatkannya,” tegasnya.
Untuk mendukung distribusi, Khofifah menyampaikan Ketua PW IKA UNAIR NTT Prof. Dr. Yantus AB Neolaka yang juga guru besar Universitas Nusa Cendana telah berkoordinasi dengan mahasiswa yang diturunkan ke sejumlah wilayah terdampak.
Koordinasi tersebut memungkinkan proses penyaluran dilakukan hingga ke masyarakat secara langsung, termasuk dengan pola door to door. Pola tersebut diharapkan membantu memastikan bantuan diterima warga yang benar-benar membutuhkan.
Perhatian juga diberikan kepada kebutuhan perempuan dan bayi. Khofifah menilai kebutuhan kelompok tersebut memiliki karakter khusus yang tidak selalu dapat dipenuhi melalui bantuan umum, sehingga harus masuk dalam perencanaan sejak awal.
“Kebutuhan perempuan dan bayi harus menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Mereka memiliki kebutuhan khusus yang harus dipenuhi agar kesehatan, kebersihan, dan kenyamanannya tetap terjaga,” tuturnya.
Menurut Khofifah, bantuan IKA UNAIR Peduli karena itu tidak hanya diarahkan pada kebutuhan umum, tetapi juga mencakup perlengkapan untuk mendukung kebutuhan perempuan dan bayi selama berada dalam kondisi pascabencana.
Khofifah juga mengapresiasi alumni UNAIR, donatur, relawan, serta berbagai pihak yang bergotong royong menghimpun bantuan bagi masyarakat terdampak gempa Flores. Ia menilai kepedulian tersebut menunjukkan bahwa ikatan alumni tidak hanya dibangun melalui hubungan akademik, tetapi juga diwujudkan dalam aksi sosial dan kemanusiaan.
“Solidaritas alumni harus diwujudkan dalam kerja nyata. Di mana pun masyarakat membutuhkan, IKA UNAIR harus berupaya hadir membawa kepedulian, harapan, dan manfaat,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana tidak cukup berhenti pada masa tanggap darurat. Solidaritas juga perlu dijaga ketika masyarakat mulai memasuki fase pemulihan dan membutuhkan dukungan untuk membangun kembali kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Karena itu, Khofifah meminta jajaran IKA UNAIR terus memantau perkembangan situasi serta kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Evaluasi terhadap distribusi bantuan juga dinilai penting agar bantuan lanjutan dapat disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, pola distribusi berbasis kebutuhan akan membuat bantuan kemanusiaan lebih efektif sekaligus memperkuat sinergi antara alumni, pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat setempat.
“Kita ingin sekitar 100 kardus bantuan ini benar-benar memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat. Semoga ikhtiar kecil ini menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di NTT untuk bangkit dan pulih bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PW IKA UNAIR NTT Prof. Dr. Yantus AB Neolaka menyatakan sejumlah dokter yang merupakan alumni UNAIR di Flores telah terlibat dalam penanganan bencana sejak tahap tanggap darurat.
PW IKA UNAIR juga telah membentuk Posko Peduli IKA UNAIR untuk NTT sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan masyarakat terdampak.
“Bantuan dari Ketua Umum PP IKA UNAIR, Ibu Khofifah Indar Parawansa sangat membantu proses penanganan bencana, baik berupa bahan makanan, sandang, dan yang lebih khusus obat-obatan yang sangat diperlukan,” tambahnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar