Klarifikasi Provider Rnet Dugaan Operasi Tanpa Izin, DPMPTSP Bangkalan Tegaskan Aktivitas Itu Melanggar Regulasi

Jumat, 9 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa hukum ISP Rnet menyampaikan klarifikasi kepada awak media terkait status perizinan operasional di Bangkalan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kuasa hukum ISP Rnet menyampaikan klarifikasi kepada awak media terkait status perizinan operasional di Bangkalan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemberitaan terkait dugaan operasional penyedia layanan internet atau internet service provider (ISP) berinisial Rnet di wilayah Kecamatan Bangkalan memantik klarifikasi terbuka dari pihak manajemen. Melalui kuasa hukumnya, Rnet mengakui belum mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan, namun menilai proses perizinan masih menghadapi kendala regulasi.

Kuasa hukum Rnet, Jaja, menyampaikan bahwa hingga saat ini perusahaannya belum memperoleh izin operasional dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangkalan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara internal Rnet telah memiliki legalitas sebagai badan usaha penyedia layanan internet.

“Terkait legalitas perusahaan, secara internal kami sudah memiliki izin usaha ISP beserta kelengkapan lainnya. Yang belum kami dapatkan adalah izin dari pemerintah daerah melalui DPMPTSP,” ujar Jaja kepada awak media, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, pihak Rnet telah berulang kali melakukan koordinasi dengan DPMPTSP Bangkalan untuk mengurus perizinan. Namun dalam praktiknya, terdapat persyaratan yang dinilai menyulitkan, khususnya terkait kewajiban pemasangan infrastruktur jaringan sebagai prasyarat pengajuan izin.

“Salah satu syarat yang disampaikan adalah provider harus sudah memasang beberapa tiang di wilayah tertentu. Ini yang menjadi kendala karena izin justru belum terbit,” tuturnya.

Selama proses menunggu izin daerah, Jaja mengungkapkan bahwa Rnet menjalin komunikasi dengan sejumlah kantor kelurahan di Kota Bangkalan sebagai langkah awal operasional. Namun, pihaknya menegaskan tidak pernah melakukan praktik kompensasi atau pungutan liar kepada aparat kelurahan.

Kuasa hukum lainnya, Diaz, dengan tegas membantah isu adanya pemberian dana kepada pihak kelurahan. “Isu kompensasi lima juta itu tidak benar. Tidak ada sogok, tidak ada pungli, dan tidak ada pemberian dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Ia menilai lambannya proses perizinan tidak lepas dari belum sepenuhnya operasionalnya satu peraturan daerah yang masih menunggu pengesahan teknis. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada kepastian hukum bagi pelaku usaha baru.

Menanggapi klarifikasi tersebut, Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Kabupaten Bangkalan, Yudistira, menegaskan bahwa aktivitas usaha tanpa izin resmi tetap dinilai melanggar regulasi daerah. Ia meminta agar seluruh kegiatan operasional Rnet dihentikan sementara hingga izin dipenuhi.

“Prinsipnya sederhana. Aktivitasnya dihentikan dulu dan segera mengurus perizinan ke Pemkab Bangkalan melalui DPMPTSP. Aktivitas tanpa izin jelas melanggar regulasi,” tegas Yudistira, Jumat (9/1/2026).

Yudistira menjelaskan bahwa Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2025 sebagai perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 telah mengatur pemanfaatan ruang jalan, baik di bawah tanah maupun di atas tanah, termasuk pemasangan jaringan kabel yang dapat dikenakan retribusi daerah.

“Dalam Perda 9 Tahun 2025 sudah diatur jelas soal pemanfaatan ruang jalan dan pemasangan jaringan, termasuk potensi retribusi daerah,” jelasnya.

Terkait rekomendasi yang dikeluarkan oleh kelurahan, Yudistira menegaskan hal tersebut berada di luar kewenangan DPMPTSP. Ia juga membantah anggapan pihaknya mempersulit proses perizinan.

“Kami masih menunggu juklak dan juknis penarikan retribusi yang menjadi kewenangan Dinas PUPR. Pemangku Perda ini ada di sana agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah provider lain telah mengantongi izin karena mengajukan permohonan sebelum Perda baru diberlakukan. “Yang mengurus setelah kami melakukan sidak tentu berbeda perlakuannya,” pungkas Yudistira.

Penulis : Lan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru