SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 39 calon jemaah haji asal Sidoarjo resmi diberangkatkan dalam Kloter 20, Minggu (26/4/2026). Pemberangkatan dari Pendopo Delta Wibawa menuju embarkasi Surabaya ini menjadi pembuka musim haji, sekaligus menyoroti panjangnya antrean yang kini menyentuh puluhan ribu orang.
Prosesi pelepasan dipimpin Sekretaris Daerah Sidoarjo, Fenny Apridawati. Ia menegaskan, keberangkatan kloter perdana bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari layanan publik yang harus menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah.
“Kloter 20 ini menjadi rombongan pertama dari Sidoarjo. Kami berharap seluruh jemaah diberi kesehatan, kelancaran, dan kembali sebagai haji mabrur,” ujarnya.
Di balik keberangkatan tersebut, persoalan antrean panjang menjadi sorotan. Data menunjukkan jumlah daftar tunggu jemaah haji Sidoarjo mencapai 84.996 orang. Angka ini menjadi yang terbesar di Jawa Timur, bahkan termasuk tertinggi secara nasional.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sidoarjo, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Eliana, menilai tingginya antrean menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa, namun juga menjadi tantangan serius bagi pengelolaan layanan haji.
“Ini menandakan minat masyarakat sangat tinggi. Tapi di sisi lain, perlu penguatan sistem layanan agar prosesnya tetap optimal,” jelasnya.
Ia menyebut, total jemaah haji Sidoarjo tahun ini mencapai 2.700 orang yang terbagi dalam 11 kloter. Seluruh jemaah telah mendapatkan bimbingan manasik serta pemeriksaan kesehatan sebagai langkah mitigasi risiko selama ibadah di Tanah Suci.
Dari sisi layanan, pemerintah daerah juga menyiapkan fasilitas transportasi menuju embarkasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan jemaah, termasuk lansia, dapat berangkat dengan aman dan nyaman.
“Jemaah tertua tahun ini berusia 90 tahun. Karena itu, kesiapan fisik dan layanan pendampingan menjadi prioritas,” tambah Eliana.
Kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi turut menjadi perhatian. Pemerintah mengimbau jemaah menjaga stamina dan disiplin mengikuti arahan petugas demi mencegah gangguan kesehatan.
Lebih jauh, lonjakan antrean mendorong wacana pembentukan pusat layanan terpadu haji di daerah. Keberadaan fasilitas seperti Hajj Command Center dinilai penting untuk memperkuat akses informasi, bimbingan, hingga pengelolaan keberangkatan.
Bagi masyarakat, persoalan ini berdampak langsung pada lamanya waktu tunggu ibadah haji yang bisa mencapai puluhan tahun. Karena itu, peningkatan kualitas layanan menjadi kebutuhan mendesak.
“Mohon doa dari para jemaah agar Sidoarjo semakin maju dan masyarakatnya sejahtera,” pungkas Fenny.
Pemberangkatan kloter perdana ini pun bukan hanya awal perjalanan ibadah, tetapi juga cermin tantangan besar dalam pelayanan haji yang terus dituntut lebih cepat, aman, dan profesional.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin








