SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Penguatan ekonomi kerakyatan di Jawa Timur terus dipacu melalui kolaborasi strategis lintas lembaga. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Provinsi Jawa Timur, Senin (9/2/2026), guna menyelaraskan program peningkatan literasi kewirausahaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kunjungan ini menitikberatkan pada sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah untuk mendorong lahirnya wirausaha baru, khususnya dari kalangan muda. Lia membawa semangat program “Sapa UMKM” Kementerian UMKM RI sebagai bentuk kehadiran negara dalam pendampingan pelaku usaha di tingkat akar rumput.
Ia menegaskan, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai lokomotif pencapaian Program Nasional Kewirausahaan. Karena itu, penguatan literasi bisnis dinilai krusial agar pelaku UMKM mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah kompetisi pasar yang kian digital.
“Kami ingin Jawa Timur menjadi penggerak utama. Generasi muda tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi harus berani menjadi pencipta lapangan kerja,” ujar Lia.
Kunjungan tersebut juga melibatkan Putra Putri Delta Sidoarjo. Kehadiran duta daerah itu dimaksudkan untuk memotivasi kemandirian ekonomi Generasi Z sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini.
Menurut Lia, Gen Z memiliki keunggulan pada kreativitas dan pemanfaatan teknologi. Dengan literasi yang tepat, mereka diyakini mampu mengangkat potensi lokal ke level nasional bahkan global.
Ia menambahkan, peningkatan rasio kewirausahaan Indonesia menuju ambang batas 4 persen membutuhkan penguatan tiga pilar utama, yakni akses permodalan, sertifikasi produk, dan transformasi digital.
“Kami di DPD RI memastikan regulasi di pusat berpihak pada kemudahan berusaha. Dengan dukungan teknis Diskop UKM Jatim, UMKM harus bisa naik kelas dan relevan dengan tren pasar global,” tegasnya.
Sementara itu, jajaran Diskop UKM Jatim menyambut positif sinergi tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu mempercepat penyelesaian persoalan klasik UMKM, mulai dari kapasitas SDM hingga perluasan pasar.
Melalui kerja bersama ini, kontribusi UMKM terhadap PDRB Jawa Timur diharapkan meningkat berkelanjutan. “Sinergi pusat, daerah, dan generasi muda menjadi kunci kemandirian ekonomi nasional,” pungkas Lia.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








