KPK Tegas, UU BUMN Tak Lindungi Koruptor – RadarBangsa Lamongan

Rabu, 7 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung KPK  (ist)

Gedung KPK (ist)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipastikan tidak akan menjadi penghalang dalam upaya pemberantasan korupsi oleh aparat penegak hukum. Kendati regulasi tersebut menyebut direksi dan komisaris BUMN bukan sebagai penyelenggara negara, namun bukan berarti mereka kebal hukum.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak, pada Selasa (6/5/2025). Ia menyatakan bahwa tidak ada satu pun pasal dalam UU BUMN yang menghalangi penindakan hukum terhadap pihak-pihak di dalam struktur BUMN.

“Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN tidak menghalangi atau melarang aparat penegak hukum melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Tanak dalam keterangannya.

Tanak menegaskan, UU tersebut hanya mengatur status kelembagaan direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas. Namun apabila mereka melakukan tindakan koruptif, tetap dapat dijerat dan diproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku.

Pernyataan ini muncul merespons polemik yang berkembang di tengah masyarakat, setelah Pasal 9G dalam UU BUMN menyebutkan bahwa organ BUMN seperti direksi dan komisaris tidak termasuk dalam kategori penyelenggara negara.

Sebagaimana diketahui, penyelenggara negara merujuk pada ketentuan dalam Pasal 1 Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, yakni pejabat negara yang menjalankan fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif serta pejabat lain yang tugas dan wewenangnya berkaitan langsung dengan penyelenggaraan negara.

Namun demikian, Tanak menegaskan kembali bahwa klasifikasi tersebut tidak serta-merta membebaskan organ BUMN dari jeratan hukum apabila terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

“Kalau melakukan korupsi, pasti diproses. Tidak ada yang kebal hukum,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru