Lamongan Aktifkan 15 Pompa Air untuk Atasi Genangan dan Tekan Dampak Banjir

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivasi 15 pompa air di Lamongan untuk atasi genangan air dan banjir. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Aktivasi 15 pompa air di Lamongan untuk atasi genangan air dan banjir. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.coid – Sebanyak 15 pompa air diaktifkan di Lamongan untuk menekan genangan dan menjaga kelancaran aktivitas warga. Langkah ini menyasar titik-titik rawan banjir setelah intensitas hujan tinggi meningkatkan volume air di sungai-sungai utama.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menjelaskan, kapasitas pompa yang ditempatkan di Rolak Kuro awalnya 8.500 liter per detik. “Per 14 Januari 2025, kami menambah kapasitas menjadi 9.900 liter per detik melalui 15 pompa, sebagai upaya menanggulangi potensi banjir yang masuk siaga merah,” jelas Erwin, Selasa (20/1) di Kantor Dinas SDA Lamongan.

Selain itu, durasi operasional pompa diperpanjang sejak 27 Desember 2025, beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB, untuk memastikan penurunan muka air lebih efektif.

Per hari ini, volume air di Kali Blawi naik +75 SM dan Bengawan Solo +152 SH. Erwin menekankan bahwa pengaktifan pompa bukan hanya untuk menurunkan tinggi muka air, tetapi juga memperpendek durasi genangan. “Langkah ini penting agar aktivitas masyarakat tetap normal meski hujan intensitas tinggi terjadi,” katanya.

Selain pompa, pembuangan air melalui jalur gravitasi juga dilakukan di Kali Corong, Kali Wangen, Kali Tebaloan, dan Kali Bendungan untuk mempercepat aliran air ke titik aman.

Upaya pemkab Lamongan ini menjadi contoh kesiapsiagaan menghadapi hujan ekstrem. “Kami akan terus memantau kondisi sungai dan menyesuaikan operasional pompa agar genangan dapat diatasi secara maksimal,” tegas Erwin.

Lainnya:

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru