Lamongan Gempar, Terlapor Kasus Anak Kini Ditahan Polisi

Senin, 20 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lamongan menangani kasus dugaan pencabulan anak, Senin (20/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lamongan menangani kasus dugaan pencabulan anak, Senin (20/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Lamongan memicu perhatian serius aparat dan masyarakat. Seorang pria berinisial NS dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lamongan setelah diduga melakukan kekerasan seksual hingga korban hamil.

Kasus ini mencuat setelah ibu korban melaporkan peristiwa tersebut ke polisi pada Jumat (17/4/2026). Laporan awal diterima di Polsek Tikung, lalu ditangani Unit PPA Polres Lamongan karena menyangkut perlindungan anak.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyangkut keamanan lingkungan dan lemahnya perlindungan terhadap anak di tingkat keluarga dan masyarakat. Korban yang masih duduk di bangku SMP disebut mengalami dampak serius, termasuk kehamilan yang kini memasuki usia enam bulan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku sebelumnya tinggal di Surabaya dan kemudian menetap di Lamongan. Ia diduga memiliki kedekatan dengan keluarga korban, bahkan tinggal satu lingkungan, sehingga mempermudah terjadinya tindak kekerasan tersebut.

Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid membenarkan laporan tersebut dan memastikan proses hukum berjalan. Polisi juga telah mengambil langkah tegas untuk menjamin rasa aman masyarakat.

“Benar, kami telah menerima laporan dugaan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur. Saat ini kasus dalam proses penyidikan di Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tersangka telah diamankan dan ditahan di Rumah Tahanan Polres Lamongan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat sistem perlindungan anak, termasuk pengawasan lingkungan dan edukasi keluarga. Penanganan cepat aparat diharapkan memberi efek jera sekaligus memastikan korban mendapatkan pendampingan hukum dan psikologis.

“Penanganan kasus ini menjadi komitmen kami untuk melindungi korban dan menegakkan hukum secara tegas,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Senin, 2 November 2026 - 10:26

58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Berita Terbaru