Lamongan Kuasai Produksi Padi Terbesar Se-Jawa Timur Tahun 2025

Selasa, 4 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati, dan Kapolres Lamongan menghadiri acara panen raya padi di Kabupaten Lamongan, menandai keberhasilan produksi padi tertinggi se-Jawa Timur, Selasa (4/11/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati, dan Kapolres Lamongan menghadiri acara panen raya padi di Kabupaten Lamongan, menandai keberhasilan produksi padi tertinggi se-Jawa Timur, Selasa (4/11/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kabupaten Lamongan menempati posisi pertama dalam produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) se-Jawa Timur pada tahun 2025. Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur mencatat produksi padi Lamongan mencapai 904.928 ton GKG, meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar 776.290 ton GKG.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan capaian ini bukan hanya angka semata, tetapi menunjukkan efektivitas program pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian. “Berdasarkan berita resmi statistik Provinsi Jawa Timur hasil pengamatan September 2025, Kabupaten Lamongan menempati posisi pertama se Jawa Timur pada produksi padi. Ini menjadi bukti nyata bahwa program pertanian yang kami jalankan memberikan manfaat langsung bagi petani,” ujar Yuhronur di Ruang Kerja Bupati, Selasa (4/11).

Menurut Yuhronur, peningkatan produksi padi ini didorong oleh berbagai strategi, antara lain program luas tambah tanam (LTT), jaminan ketersediaan pupuk yang lebih mudah diakses petani, penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pemberian jaminan sosial melalui asuransi pertanian. Selain itu, pendampingan teknis dan pelatihan bagi petani juga menjadi faktor penting dalam mendorong produktivitas.

“Fasilitasi ini tidak hanya untuk mempertahankan predikat Lamongan sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kami ingin petani tidak hanya panen banyak, tapi juga sejahtera dan punya kehidupan lebih layak,” tambah Yuhronur.

Kepala Dinas Pertanian Lamongan, Suyitno, menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan pihak swasta. “Kami fokus pada inovasi pertanian, mulai dari penggunaan bibit unggul, mekanisasi lahan, hingga sistem pemupukan yang tepat sasaran. Semua ini berdampak langsung pada produktivitas dan pendapatan petani,” ujarnya.

Peningkatan produksi padi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Lamongan. Hasil panen yang melimpah mendukung ketersediaan pangan di tingkat provinsi dan nasional, sekaligus mendorong stabilitas harga di pasaran. Petani pun menikmati peningkatan pendapatan, sehingga kesejahteraan mereka lebih terjamin.

Selain itu, Lamongan juga menjadi contoh pengelolaan lumbung pangan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas. “Penggunaan teknologi pertanian modern, sistem irigasi yang efisien, serta pelatihan manajemen hasil panen menjadi kunci keberlanjutan produksi padi. Kami berharap Lamongan tetap menjadi panutan bagi daerah lain di Jawa Timur,” jelas Suyitno.

Dengan capaian ini, Lamongan tidak hanya mempertahankan predikat sebagai lumbung pangan Jawa Timur, tetapi juga memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional. Pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan program-program pendukung pertanian, agar para petani terus produktif dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru