Lamongan Percepat Bongkar Ratoon Demi Target Swasembada Gula

Senin, 8 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menyerahkan  bantuan ke Petani Tebu di Desa Tunggunjagir, Mantup. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menyerahkan bantuan ke Petani Tebu di Desa Tunggunjagir, Mantup. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah. Upaya tersebut kembali ditegaskan melalui percepatan program bongkar ratoon, metode peremajaan kebun tebu yang diyakini mampu menaikkan hasil panen secara signifikan. Kegiatan bongkar ratoon untuk musim tanam 2025 dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, Sabtu (6/12).

Selama 2025, Kabupaten Lamongan mencatat total produksi tebu sebanyak 2.331.852 kwintal dengan produktivitas 66,3 kwintal per hektare dari luas tanam 3.360,941 hektare. Desa Tunggunjagir menjadi salah satu lumbung tebu dengan varietas Bululawang yang ditanam pada lahan seluas 139,478 hektare.

Program bongkar ratoon diharapkan menjadi kunci peningkatan produktivitas karena memungkinkan penggantian tanaman tua dengan bibit unggul yang lebih tahan hama dan memberikan hasil optimal. Selain meremajakan tanaman, metode ini juga membantu memperbaiki kualitas tanah, meminimalkan risiko penyakit, serta memperkuat kemitraan petani dengan pabrik gula.

Bupati Yuhronur Efendi menegaskan bahwa bongkar ratoon bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis untuk mengamankan ketahanan produksi. “Bongkar ratoon adalah ikhtiar bersama untuk mencapai swasembada gula. Pemerintah ingin memastikan petani mendapatkan hasil yang lebih baik melalui dukungan bibit unggul dan pola tanam yang lebih tepat,” ujarnya.

Sejumlah petani menyambut baik program ini. Sutrisno, petani asal Tunggunjagir, mengatakan mereka berharap tahun ini produktivitas meningkat. “Bibit baru biasanya lebih kuat dan hasilnya juga lebih bagus,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan pabrik gula dan penguatan kelompok tani, Lamongan menargetkan peningkatan produksi tebu secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada gula nasional.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru