LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Menyongsong meningkatnya risiko kecelakaan dan bencana hidrometeorologi di wilayah pesisir, Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Lamongan memperkuat kesiapsiagaan dengan menggelar peralatan Search and Rescue (SAR) sekaligus membentuk Pos Rescue di Mako Brondong, Sabtu (06/12). Langkah ini menjadi penegasan komitmen kepolisian dalam memberikan respons cepat pada insiden di laut, sungai, dan kawasan rawan banjir.
Kegiatan yang dipimpin Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Guntur, melibatkan seluruh personel yang memeriksa satu per satu kondisi perlengkapan darurat. Peralatan yang ditampilkan meliputi satu unit RIB, perahu karet, jet ski, skuter air, perangkat U-Sef, perlengkapan selam, hingga senso pemotong dan mobil rescue. Seluruh unit diuji fungsinya agar dapat digerakkan dalam waktu singkat saat dibutuhkan.
AKP Guntur menegaskan bahwa kesiapan ini penting mengingat perubahan cuaca yang tak menentu. Ia menyebut Pos Rescue akan difungsikan sebagai pusat kendali cepat saat terjadi kecelakaan air maupun bencana mendadak.
“Menjelang musim hujan, waktu respons menjadi faktor penentu keselamatan. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan secepat mungkin,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan nelayan, kelompok masyarakat pesisir, dan BPBD akan diperkuat untuk mempercepat informasi awal bila terjadi insiden.
“Kami membuka jalur komunikasi 24 jam. Setiap laporan sekecil apa pun akan langsung ditindaklanjuti,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung tertib dalam cuaca cerah, dengan seluruh personel hadir penuh. Sat Polairud berharap keberadaan Pos Rescue dapat menekan risiko korban jiwa dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keselamatan di perairan Lamongan.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








