Lima Penambang Emas Ilegal Ditangkap di Kawasan Hutan Ukui

Jumat, 17 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lima pelaku PETI emas diamankan polisi di Sungai Toro, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Rabu (15/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Lima pelaku PETI emas diamankan polisi di Sungai Toro, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Rabu (15/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Polres Pelalawan bersama Polsek Ukui mengungkap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Sungai Toro, Dusun Toro Jaya, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Dalam operasi tersebut, lima orang diamankan saat diduga sedang melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan hutan, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 18.15 WIB.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin di sekitar aliran Sungai Toro. Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran Polsek Ukui bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penindakan.

Kapolsek Ukui AKP Mike Kurniawan memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Ukui IPDA Dodo Arifin bersama tim untuk mendatangi lokasi yang dilaporkan warga. Setibanya di lokasi, petugas menemukan sejumlah orang yang sedang melakukan aktivitas penambangan di pinggir sungai yang masuk dalam kawasan hutan.

Dalam operasi itu, polisi mengamankan lima orang berinisial M.R.S. (47), B.M. (57), H.P.M. (49), A.H. (17), dan R.A. (15). Tiga orang diketahui berprofesi sebagai petani, sedangkan dua lainnya belum memiliki pekerjaan tetap.

Dari lokasi penangkapan, petugas turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal. Barang bukti tersebut terdiri atas tiga unit mesin robin, satu botol berisi air raksa atau merkuri, satu selang hisap, dua dulang warna hitam, enam lembar karpet, satu elbow, satu jeriken berisi pertalite, serta tiga pentolan emas hasil tambang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelaku mengaku telah melakukan aktivitas penambangan selama tiga hari. Dari kegiatan tersebut, mereka berhasil memperoleh tiga pentolan emas yang kemudian diamankan sebagai barang bukti.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi melalui Kasi Humas Polres Pelalawan AKP Thomas B. Siahasan menegaskan pihaknya akan terus menindak aktivitas PETI yang merusak lingkungan dan kawasan hutan.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kami tindak lanjuti melalui penyelidikan di lapangan,” kata Thomas.

Ia menjelaskan, saat petugas tiba di lokasi, para pelaku sedang melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin di kawasan yang masuk wilayah hutan.

“Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan lima orang beserta berbagai peralatan yang digunakan untuk kegiatan penambangan dan hasil tambang berupa tiga pentolan emas,” ujarnya.

Menurut Thomas, praktik pertambangan ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius.

“Penggunaan merkuri dalam proses penambangan berisiko mencemari aliran sungai dan merusak ekosistem di sekitarnya. Aktivitas seperti ini juga berdampak terhadap kelestarian kawasan hutan,” jelasnya.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum terhadap para pelaku akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap aktivitas PETI. Penyidikan terus dikembangkan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat, termasuk pemilik modal maupun penadah hasil tambang,” pungkasnya.

Saat ini, kelima tersangka bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Pelalawan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penulis : MMd

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru