Lubuk Linggau Tancap Gas KLA 2026, Perlindungan Anak Diperkuat

Kamis, 23 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat penguatan Kota Layak Anak di Pemkot Lubuk Linggau, Rabu (22/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Rapat penguatan Kota Layak Anak di Pemkot Lubuk Linggau, Rabu (22/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LUBUK LINGGAU, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Lubuk Linggau mempercepat langkah mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) 2026 dengan fokus pada pembenahan data, koordinasi lintas sektor, dan penguatan layanan publik berbasis perlindungan anak. Upaya ini dinilai krusial karena menyangkut hak dasar anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari kekerasan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat penguatan KLA yang dipimpin Sekretaris Daerah H. Trisko Defriyansa di lingkungan Pemkot Lubuk Linggau, Rabu (22/4/2026). Rapat ini menjadi langkah strategis untuk mengejar capaian indikator yang masih tertinggal.

Sekda menegaskan bahwa Kota Layak Anak bukan sekadar program administratif, melainkan sistem pembangunan yang harus terintegrasi dalam setiap kebijakan pemerintah daerah. Hal ini penting agar perlindungan anak tidak bersifat parsial.

“Ini bukan tugas satu OPD saja. Semua sektor harus terlibat karena menyangkut masa depan generasi,” ujar Trisko.

Ia menyoroti masih adanya kekurangan pada data dukung dan indikator penilaian yang berpotensi menghambat capaian KLA. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah diminta segera melakukan percepatan.

“Kelengkapan data menjadi kunci. Tanpa itu, capaian kita sulit meningkat dalam evaluasi nasional,” tegasnya.

Dalam konteks pelayanan publik, penguatan KLA berdampak langsung pada kualitas hidup anak di daerah. Program ini mencakup lima klaster utama, mulai dari hak sipil, pengasuhan keluarga, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan khusus bagi anak rentan.

Jika berjalan optimal, kebijakan ini akan meningkatkan akses layanan dasar, menekan angka kekerasan terhadap anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.

Pemkot juga menekankan pentingnya evaluasi program tahun sebelumnya sebagai dasar perbaikan kebijakan ke depan. Pemetaan ini diperlukan agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.

“Dari evaluasi, kita bisa tahu mana yang sudah baik dan mana yang harus diperkuat. Ini jadi dasar strategi ke depan,” jelasnya.

Selain itu, koordinasi lintas sektor diperketat, termasuk dengan kecamatan dan instansi teknis. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada indikator yang terlewat dalam proses penilaian KLA.

Kepala perangkat daerah juga diminta aktif berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar pelaksanaan program berjalan sinkron.

Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan publik yang lebih ramah anak. Mulai dari akses pendidikan yang inklusif, layanan kesehatan yang memadai, hingga perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi.

Dengan percepatan yang dilakukan, Pemkot Lubuk Linggau optimistis mampu meningkatkan peringkat KLA pada 2026. Lebih dari itu, kebijakan ini diharapkan memberi dampak nyata bagi keluarga dan anak di daerah.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar nilai, tetapi memastikan anak-anak kita tumbuh aman, sehat, dan terlindungi,” pungkas Trisko.

Penulis : Separi

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru