Maknai Isra’ Mikraj 1447 H, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Terapkan Disiplin dan Keimanan dalam Kehidupan Sehari-hari

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat memaknai peringatan Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Jumat (16/1) sebagai momentum meningkatkan disiplin ibadah, keimanan, dan ketakwaan yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Dalam peringatan tahunan ini, Khofifah menekankan pentingnya disiplin salat lima waktu, yang lahir dari peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke Sidratul Muntaha.

“Dari Isra’ Mikraj inilah lahir perintah salat lima waktu. Bayangkan, Rasulullah dipanggil langsung ke langit ketujuh untuk menerima perintah ini. Maka, yang pertama-tama harus kita perbaiki dalam momentum ini adalah disiplin salat kita,” ujar Khofifah saat menghadiri kegiatan di Surabaya.

Ia menekankan bahwa salat bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana membangun keteraturan hidup, menghargai waktu, dan menumbuhkan tanggung jawab sosial. Dalam kehidupan modern yang serba cepat, nilai disiplin ini dinilai semakin relevan.

“Disiplin moral dalam ibadah mencerminkan kejujuran dan sifat amanah seseorang. Di tengah arus distraksi, nilai ini sangat penting untuk membentuk karakter dan interaksi sosial yang harmonis,” tambah Khofifah.

Selain disiplin, peristiwa Isra’ Mikraj juga mengandung pesan tentang keimanan yang matang. Khofifah menekankan, keimanan yang kokoh mendorong sikap saling menghargai antarwarga dan menekan potensi konflik.

“Keimanan yang matang akan melahirkan sikap saling menghargai. Orang yang beriman tidak mudah menghakimi atau merendahkan pihak lain. Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, iman seharusnya menjadi sumber ketenangan, bukan pemicu konflik,” jelas mantan Menteri Sosial RI ini.

Khofifah menekankan bahwa ketakwaan tidak hanya hubungan individu dengan Tuhan, tetapi harus tercermin dalam kepedulian sosial, perilaku adil, jujur, dan empati terhadap sesama.

Gubernur juga menyoroti pesan sosial dari salat berjamaah, yang menekankan persatuan dan kesetaraan.

“Dalam shaf salat, semua berdiri sejajar. Tidak ada perbedaan status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Ini pesan kuat bahwa kebersamaan bukan menyeragamkan, tetapi menyatukan langkah untuk tujuan lebih besar,” ucapnya, menekankan nilai Bhinneka Tunggal Ika yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Khofifah, pesan kebersamaan ini sangat relevan untuk mengatasi polarisasi sosial akibat perbedaan pandangan politik, sosial, maupun keagamaan.

Gubernur Khofifah berharap momentum Isra’ Mikraj menjadi refleksi bersama agar nilai disiplin, keimanan, ketakwaan, dan kebersamaan benar-benar hidup dalam masyarakat. “Semoga peringatan ini menjadi fondasi membangun masyarakat harmonis, beradab, dan produktif,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru