Gubernur Khofifah Dorong Creative Financing dan Perubahan Mindset Birokrasi di Jatim Retreat 2026

Jumat, 16 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin sesi arahan di Jatim Retreat 2026, Kamis (15/1/2026). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin sesi arahan di Jatim Retreat 2026, Kamis (15/1/2026). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak membuka Jatim Retreat 2026 di BPSDM Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/1/2026). Forum ini menjadi ajang strategis memperkuat komitmen birokrasi, BUMD, dan penyelenggara layanan publik, serta mendorong penerapan creative financing yang tidak membebani masyarakat.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak penyelenggara, yang berhasil menghadirkan 135 peserta dari birokrasi, BUMD, RSUD, dan unit layanan publik di Jawa Timur. Menurutnya, forum ini penting untuk menyatukan visi dan memastikan seluruh elemen pemerintahan bergerak searah dalam menghadapi dinamika fiskal yang semakin kompleks.

“Forum ini merupakan momentum untuk menyatukan arah, memperkuat komitmen, dan memastikan seluruh elemen birokrasi, BUMD, serta layanan publik di Jawa Timur bergerak dalam satu frekuensi yang sama di tengah tantangan fiskal yang semakin dinamis,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, tantangan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam APBN dan APBD, yang menekankan penguatan tata kelola belanja, optimalisasi sumber pendanaan kreatif, serta peningkatan kualitas layanan publik yang terukur.

Khofifah menekankan pentingnya creative financing sebagai strategi kepemimpinan dan tata kelola, yang memadukan APBD dengan berbagai sumber pembiayaan non-anggaran secara akuntabel dan transparan.

“Creative financing bukan sekadar alternatif teknis pembiayaan, tetapi strategi kepemimpinan untuk mengombinasikan APBD dengan sumber pendanaan lain secara akuntabel, transparan, dan patuh regulasi,” ungkapnya.

Ia menjabarkan tiga fokus utama: mencari sumber pendapatan baru, mengubah pola pikir birokrasi menjadi inklusif, dan menggeser mindset dari orientasi revenue ke profit, serta dari spending or earning menjadi spending and earning.

Pemanfaatan aset daerah menjadi salah satu sumber pendapatan yang potensial. Khofifah menegaskan, seluruh strategi harus dijalankan tanpa membebani masyarakat.

“Aset lahan milik Pemprov tersebar di berbagai kota dan kabupaten. Banyak wali kota yang meminta KSO (Kerja Sama Operasi). Jika dimaksimalkan, ini bisa menjadi sumber pendapatan baru tanpa membebani masyarakat,” jelas Khofifah.

Selain aset, sektor perikanan juga mendapat perhatian, khususnya pemanfaatan Grand Parent Stock (GPS) untuk mendukung perluasan budidaya ikan nasional.

“Hal-hal kecil bisa kita maksimalkan dari UPT, kecuali UPT Dinsos dan PPA. Ini hanya terjadi kalau kita membangun perspektif inklusif. We have to open minded,” imbuhnya.
Gubernur menegaskan pentingnya UPT bekerja efektif dan efisien. Perizinan yang bisa diproses cepat harus segera diterbitkan untuk mendukung pelayanan publik.

“Saya pesankan, tolong UPT-UPT ini dikelola dengan baik sehingga spend of control tidak terlampau jauh. Kerja kita adalah memberikan layanan publik terbaik kepada masyarakat tanpa membebani mereka,” ujarnya.

Lebih jauh, Khofifah menekankan perubahan mindset birokrasi, dari sekadar menghabiskan anggaran menjadi pencipta nilai, dari orientasi output menuju outcome, serta dari rutinitas menuju pemenuhan kebutuhan nyata masyarakat.

“Birokrasi harus bergerak menciptakan nilai dan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran. Ini hanya terjadi jika kita mampu memberi teladan dan kontrol hingga ke UPT-UPT agar kebijakan benar-benar efektif,” pungkasnya.

Jatim Retreat 2026 menghadirkan Guru Besar ITS Surabaya, Prof. Mohammad Nuh, yang menekankan pentingnya kualitas followers dalam organisasi, bukan hanya figur pemimpin.

“Dalam organisasi, followers itu 80 persen dan leader hanya 20 persen. Leadership akan semakin kuat kalau followership juga kuat,” jelas Prof. Nuh.

Ia menekankan pula pentingnya pencarian sumber pendapatan baru untuk memperkuat APBD, serta perubahan mindset BUMD dari orientasi revenue menjadi profit-oriented.

“BUMD harus rubah mindset dari revenue oriented menjadi profit oriented. Yang dicari bukan pendapatan, tetapi keuntungan. Profitability menjadi key-nya,” tegasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru