Mantan Anggota DPRD Sampang Laporkan Balik Dugaan Fitnah Kasus MBG Jrengik

Rabu, 18 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fauzan Adima didampingi kuasa hukum saat melapor di Polres Sampang, Senin (17/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Fauzan Adima didampingi kuasa hukum saat melapor di Polres Sampang, Senin (17/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Mantan anggota DPRD Kabupaten Sampang, Fauzan Adima, melapor balik seorang berinisial BU ke Polres Sampang, Senin (17/3/2026). Laporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik usai Fauzan dituduh menggelapkan dana pengelolaan program Makan Bergizi (MBG) di Kecamatan Jrengik.

Fauzan datang bersama kuasa hukumnya, Jakfar Sodik, untuk memberikan klarifikasi sekaligus menempuh jalur hukum atas tudingan yang dinilai merugikan reputasinya. Pihaknya menegaskan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan pengelolaan dapur MBG sebagaimana yang dituduhkan.

Dalam keterangannya, Jakfar menyebut laporan dilayangkan karena adanya dugaan fitnah dan ujaran kebencian yang dilakukan BU terhadap kliennya. “Kami melaporkan seseorang berinisial BU karena diduga melakukan pencemaran nama baik, fitnah, dan ujaran kebencian yang merugikan klien kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kliennya hanya berperan sebagai pemilik lokasi dapur MBG dan menyewakan tempat tersebut kepada Iis Sugiarto, bukan kepada BU. Namun, dalam laporan sebelumnya, BU justru menuding Fauzan terlibat dalam dugaan penipuan terkait penyewaan tempat.

Menurut Jakfar, pada Januari 2025, Iis Sugiarto mengajukan izin kepada Fauzan untuk membangun dapur MBG di lahan miliknya. Fauzan kemudian menyetujui dan bahkan menyarankan agar BU dilibatkan dalam kegiatan tersebut. “Klien kami hanya pemilik tempat dan tidak terlibat dalam pengelolaan operasional,” tegasnya.

Sementara itu, Iis Sugiarto mengonfirmasi bahwa dirinya merupakan pengelola dapur MBG. Ia menegaskan BU hanya berperan dalam penyediaan peralatan dapur, bukan sebagai pengelola utama. “Pengelola dari pihak yayasan itu saya. BU hanya membantu menyediakan peralatan dengan sistem hutang piutang,” jelas Iis.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan program Makan Bergizi yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Persoalan hukum yang muncul dikhawatirkan dapat mengganggu pelaksanaan program tersebut di tingkat lokal.

Hingga kini, pihak kepolisian Polres Sampang masih mendalami laporan kedua belah pihak. Perkembangan kasus ini dipastikan akan terus dipantau mengingat potensi dampaknya terhadap kepercayaan publik dan keberlanjutan program MBG di daerah.

Penulis : Noer

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru