BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan memperketat upaya pencegahan kecelakaan pengemudi ojek online (ojol) melalui sosialisasi keselamatan kerja lintas sektor, Senin (27/4/2026). Langkah ini dinilai krusial karena tingginya mobilitas ojol berdampak langsung pada keselamatan publik dan layanan transportasi harian masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Kantor BPJS Ketenagakerjaan itu melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub), Jasa Raharja, serta RSUD Syamrabu. Fokusnya bukan sekadar penanganan pascakecelakaan, tetapi memperkuat langkah preventif di lapangan.
Kepala Dishub Bangkalan, Moh. Hasan Faisol, menegaskan pihaknya mengedepankan pencegahan sejak awal. Mulai dari kesiapan pengemudi, kelayakan kendaraan, hingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
“Peran kami di Dishub lebih pada mencegah kecelakaan. Pengemudi harus memastikan kondisi fisik, kendaraan, dan kelengkapan berkendara sebelum turun ke jalan,” ujarnya.
Ia menyoroti faktor kelelahan sebagai pemicu utama kecelakaan yang kerap diabaikan. Menurutnya, tekanan target order membuat sebagian pengemudi memaksakan diri bekerja dalam kondisi tidak prima.
Dampaknya bukan hanya bagi pengemudi, tetapi juga keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya. Karena itu, edukasi keselamatan dinilai sebagai investasi penting dalam menekan angka kecelakaan.
Selain aspek keselamatan, persoalan fasilitas parkir turut mencuat dalam dialog dengan pengemudi ojol. Mereka mengeluhkan keterbatasan parkir, terutama di area restoran dan rumah sakit yang menjadi titik ramai pesanan.
Para pengemudi berharap adanya kebijakan parkir gratis untuk mendukung efisiensi kerja. Namun, Dishub menyebut kebijakan tersebut belum sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah.
“Banyak titik parkir dikelola pihak ketiga, sehingga kami tidak bisa langsung menetapkan tarif gratis. Tapi aspirasi ini akan kami sampaikan ke pengelola,” jelas Faisol.
Sebagai solusi sementara, Dishub mengenalkan skema parkir berlangganan di sejumlah ruas jalan umum. Pengemudi juga diberikan informasi lokasi parkir gratis dan berbayar agar lebih terarah.
Di akhir kegiatan, Faisol mengingatkan pengemudi untuk tidak mengambil risiko saat kondisi cuaca buruk. Ia juga membuka ruang laporan terkait titik rawan kecelakaan dan kekurangan rambu lalu lintas.
“Kami butuh masukan dari pengemudi di lapangan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” pungkasnya.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan kerja ojol sekaligus menjaga kualitas layanan transportasi berbasis aplikasi yang kini menjadi kebutuhan utama masyarakat perkotaan.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








