Masifnya Istilah ‘Jatim Baik-baik Saja’, Ternyata Berawal dari Komentar Netizen

Minggu, 24 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator Lia Istifhama tegaskan, istilah Jatim Baik-baik Saja murni berasal dari komentar warganet TikTok. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator Lia Istifhama tegaskan, istilah Jatim Baik-baik Saja murni berasal dari komentar warganet TikTok. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Bulan September kerap identik dengan suasana ceria, bahkan dikenal dengan istilah September Ceria. Namun, di Jawa Timur, September tahun 2025 mendapat perhatian khusus. Seruan aksi yang digagas seorang tokoh publik berinisial C.S. pada 3 September memunculkan dinamika baru di ruang publik. Alih-alih hanya fokus pada aksi, justru lahir istilah yang kini populer: Jawa Timur Baik-baik Saja.

Banyak masyarakat menduga ungkapan itu dicetuskan oleh Lia Istifhama, senator asal Jawa Timur yang dikenal akrab dengan panggilan Ning Lia. Namun, Lia menegaskan bahwa istilah tersebut bukan berasal darinya, melainkan dari komentar netizen di media sosial.

“Istilah Jatim Baik-baik Saja” bukan dari saya, melainkan dari kolom komentar netizen pada akun TikTok yang menyerukan aksi tersebut,” kata Lia sambil tersenyum.

Jika ditelusuri, sejumlah komentar warganet di akun TikTok C.S. memang menyinggung hal serupa. Seorang pengguna dengan nama akun Taher menulis, “Jatim baik-baik saja, cuman C.S. yang tidak baik-baik saja.” Ada pula akun lain, R4uL79, yang menuliskan, “Surabaya baik-baik saja, cuman C.S. yang tidak baik-baik saja.”

Menurut Lia, dirinya kemudian meneruskan istilah itu karena dinilai positif dan bisa menjadi semangat baru. “Bagi saya, ungkapan ini sangat baik dan menjadi indikator penting kesiapan Jawa Timur sebagai provinsi barometer perdagangan global. Narasi ini sekaligus menjadi moodbooster bagi Indonesia menuju level internasional,” jelasnya.

Peraih suara tertinggi nasional kategori perempuan non-petahana di Pemilu DPD RI itu juga menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis dalam perdagangan dan pengembangan ekonomi syariah. “Saya yakin, Jawa Timur merupakan pusat pengembangan ekonomi syariah nasional. Potensi dan keunggulannya bisa menjadi modal besar bagi Indonesia untuk menempati posisi penting dalam ekonomi syariah dunia pada 2029,” ujarnya.

Lia menyinggung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menargetkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global. Menurutnya, Jawa Timur memiliki kapasitas menjawab tantangan tersebut. “Ekonomi syariah terus didorong sebagai sumber pertumbuhan baru. Dengan kontribusi Jawa Timur, target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan hal mustahil,” tambahnya.

Data Kementerian Agama RI, lanjut Lia, memperkuat klaim itu. Hingga akhir 2024, Jawa Timur tercatat memiliki 7.125 pondok pesantren dengan lebih dari 1 juta santri. Selain itu, terdapat 52.755 masjid—terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat.

Tak hanya dari sisi keagamaan, perkembangan perbankan syariah di Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Pangsa pembiayaan syariah meningkat dari 6 persen pada 2019 menjadi 7,7 persen pada triwulan II-2024. Bahkan, pertumbuhan pembiayaan syariah mencapai 12,4 persen (yoy) pada Juli 2024, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit umum sebesar 4,7 persen.

Sementara itu, kalangan muda juga menilai Jawa Timur berada di jalur yang tepat. Koordinator Pemuda Jawa Timur Bersatu, Mohammad Galang Mochtar, menyebut keberhasilan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Dipimpin Bu Khofifah, Jawa Timur sukses swasembada beras dan pertumbuhan ekonominya lebih tinggi dibanding provinsi lain,” ungkapnya, (23/8/2025).

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru