Mataram Tegaskan Kota Toleransi Lewat Pawai Ogoh-Ogoh yang Meriah

Rabu, 18 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pawai Ogoh-ogoh di Kota Mataram, Rabu (18/3), berlangsung meriah dengan pesan toleransi (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pawai Ogoh-ogoh di Kota Mataram, Rabu (18/3), berlangsung meriah dengan pesan toleransi (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Kota Mataram kembali menegaskan identitasnya sebagai kota toleran melalui gelaran budaya dan spiritual Pawai Ogoh-ogoh, Rabu (18/3). Kegiatan ini menjadi simbol kuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).

Acara yang melibatkan ratusan peserta tersebut tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga ruang perjumpaan nilai seni, tradisi, dan spiritualitas yang memperkuat kebhinekaan.

Pawai Ogoh-ogoh berlangsung meriah dengan partisipasi 105 kelompok peserta dari berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, serta jajaran Forkopimda tingkat provinsi dan kota. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi simbol sinergi dalam menjaga stabilitas sosial.

Prosesi pawai berjalan tertib dengan pengamanan ketat dari aparat. Masyarakat terlihat antusias menyaksikan parade ogoh-ogoh yang sarat nilai budaya dan pesan spiritual menjelang Hari Raya Nyepi.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai masyarakat NTB telah menunjukkan kedewasaan dalam menjaga kehidupan beragama.

“Saya melihat keseriusan dan kesiapan kegiatan ini. Ini bukti bahwa masyarakat NTB, khususnya Mataram, mampu menjaga toleransi dan kebersamaan dengan sangat baik,” ujarnya.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menegaskan bahwa toleransi telah menjadi identitas kota. “Harmoni bukan lagi harapan, tetapi sudah menjadi karakter masyarakat Mataram,” katanya.

Ketua Panitia, Made Krisna Yuda Prasetya, juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat. “Ini bukti kolaborasi dan gotong royong dalam menjaga nilai kebhinekaan,” ucapnya.

Kegiatan ini dinilai strategis dalam memperkuat citra NTB sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Di tengah meningkatnya isu intoleransi di berbagai wilayah, Mataram justru menunjukkan praktik nyata kehidupan harmonis lintas agama.

Selain itu, event budaya ini juga berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Kehadiran masyarakat dan wisatawan turut menggerakkan aktivitas UMKM di sekitar lokasi acara.

Melalui Pawai Ogoh-ogoh, Kota Mataram tidak sekadar merayakan tradisi, tetapi menegaskan komitmen menjaga kerukunan. “Perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk hidup bersama,” pungkas Made Krisna.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Ultimatum 5×24 Jam untuk PT IIS Asian Agri Group, Aktivis Soroti HGU hingga CSR di Pelalawan
Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan, dari Pangan hingga Inovasi Pelayanan Publik
Khofifah Luncurkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Disabilitas Gratis Selamanya
Atap Gudang Padi Timpa Tiga Rumah, Puting Beliung Rusak Tiga Desa di Lamongan
Sidoarjo Incar Juara Umum Porprov 2027, Masa Depan Atlet Ikut Disiapkan
2.000 Lowongan Kerja Dibuka di Sidoarjo, Pencari Kerja Disabilitas Juga Punya Kesempatan
Masyarakat Hukum Adat Jember Didorong Segera Dapat Pengakuan Resmi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:10

Ultimatum 5×24 Jam untuk PT IIS Asian Agri Group, Aktivis Soroti HGU hingga CSR di Pelalawan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:56

Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan, dari Pangan hingga Inovasi Pelayanan Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:47

Khofifah Luncurkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Disabilitas Gratis Selamanya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:56

Atap Gudang Padi Timpa Tiga Rumah, Puting Beliung Rusak Tiga Desa di Lamongan

Berita Terbaru