MATARAM, RadarBangsa.co.id – Ribuan umat Hindu Dharma di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar pawai Ogoh-Ogoh menjelang Hari Raya Nyepi 2026. Perhelatan budaya ini berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan dan menjadi simbol kuat toleransi antarumat beragama di daerah tersebut.
Kegiatan yang dipusatkan di Kota Mataram, Rabu (18/3/2026), berlangsung tertib dan meriah. Pawai ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan umat Hindu, tetapi juga menarik perhatian masyarakat luas yang ikut menyaksikan jalannya prosesi budaya tersebut.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Ketua TP PKK NTB Hj. Sinta Agathia M Iqbal dan Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, turut hadir meninjau langsung kegiatan tersebut. Mereka mengapresiasi kreativitas serta kesungguhan umat Hindu dalam mempersiapkan karya seni Ogoh-Ogoh.
“Kami bersama Wali Kota Mataram merasakan kekaguman atas bagaimana umat Hindu Dharma mengekspresikan seni dan kesungguhannya. Tidak ada satu pun Ogoh-Ogoh yang tampak ecek-ecek, semuanya dipersiapkan dengan sangat baik,” ujar Iqbal.
Ia menilai momentum tahun ini istimewa karena perayaan Nyepi berdekatan dengan Idul Fitri. Kondisi ini disebut mencerminkan harmoni sosial yang kuat di NTB.
“Hampir 96 persen masyarakat NTB adalah Muslim dan sekitar 3 persen Hindu. Artinya, sekitar 99 persen masyarakat kita sedang menjalani proses pensucian diri secara bersamaan. Ini merupakan berkah luar biasa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Iqbal menegaskan bahwa situasi tersebut menjadi bukti nyata kedewasaan masyarakat NTB dalam menjaga toleransi yang telah terbangun sejak lama.
“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat NTB memiliki akar toleransi yang kuat. Ini bukan hal baru, tetapi sudah terjaga selama ratusan tahun,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat terus menjadi agenda budaya tahunan yang memperkuat kerukunan. Selain itu, pawai Ogoh-Ogoh juga dinilai berpotensi mendorong sektor pariwisata berbasis budaya di NTB.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini terus dijaga kualitasnya dan menjadi standar penyelenggaraan ke depan, sehingga NTB semakin dikenal sebagai daerah yang harmonis dalam keberagaman,” pungkas Iqbal.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar