May Day Sidoarjo Kondusif, Pemkab Siapkan Kuota Sekolah Anak Buruh dan Kawal Hak Pekerja

Jumat, 1 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Sidoarjo berlangsung aman dan kondusif. Namun di balik suasana tertib itu, ada pesan kuat: pemerintah daerah memastikan perjuangan buruh tidak berhenti di jalanan, tetapi dikawal hingga menyentuh regulasi dan masa depan keluarga pekerja.

Sebagai salah satu pusat industri terbesar di Jawa Timur, Sidoarjo menjadi rumah bagi puluhan ribu buruh dari sektor manufaktur, makanan-minuman, hingga industri kreatif. Tingginya aktivitas industri membuat isu upah, kepastian kerja, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi perhatian serius.

Momentum May Day tahun ini diawali dengan doa bersama yang melibatkan Pemkab Sidoarjo, Forkopimda, dan serikat pekerja. Forum itu menjadi ruang dialog untuk memperkuat hubungan industrial sekaligus meredam potensi konflik ketenagakerjaan.

Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab mengawal aspirasi pekerja, termasuk mendorong kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada buruh.

“May Day di Sidoarjo berjalan aman dan kondusif. Pemerintah wajib hadir mengawal aspirasi buruh, termasuk mendorong lahirnya regulasi ketenagakerjaan yang lebih melindungi pekerja,” tegas Subandi.

Tak hanya bicara soal regulasi, Pemkab Sidoarjo juga mulai menyiapkan kebijakan yang menyentuh langsung keluarga pekerja, yakni alokasi kuota pendidikan sebesar 5 persen bagi anak buruh untuk masuk sekolah negeri jenjang SD hingga SMP.

Kebijakan ini dinilai penting karena akses pendidikan menjadi salah satu kebutuhan mendasar keluarga pekerja di tengah tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi.

“Anak buruh harus mendapat akses pendidikan yang layak. Ini bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masa depan keluarga pekerja,” ujarnya.

Selain pendidikan, buruh juga menyoroti perlunya peningkatan kesejahteraan, kepastian status kerja pekerja kontrak, dan pengawasan perusahaan agar taat aturan ketenagakerjaan.

Pemkab Sidoarjo bahkan memfasilitasi keberangkatan 550 buruh ke Jakarta menggunakan 11 bus untuk menyampaikan aspirasi di tingkat nasional.

Subandi menegaskan, hubungan harmonis antara buruh, pengusaha, dan pemerintah harus terus dijaga agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap berjalan sehat dan adil.

“Ekonomi harus tumbuh, tapi hak pekerja juga harus terlindungi. Itu prinsip yang terus kami jaga,” pungkasnya.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru