Menaker Yassierli : Anak Muda Minim Skill Baru Rawan Tersingkir

Rabu, 11 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli saat kuliah umum ketenagakerjaan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin (9/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli saat kuliah umum ketenagakerjaan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin (9/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAHAT, RadarBangsa.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan generasi muda agar tidak bertahan pada kemampuan lama di tengah perubahan cepat dunia industri. Anak muda yang enggan menambah keterampilan baru dinilai berisiko kehilangan peluang kerja dan tersisih dari persaingan pasar tenaga kerja yang kian kompetitif, baik di level nasional maupun global.

Pernyataan itu disampaikan Yassierli saat memberikan kuliah umum di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin (9/2/2026). Ia menegaskan bahwa model kompetensi kerja saat ini telah bergeser seiring perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global.

“Untuk menang dalam persaingan lokal dan global, kita tidak cukup mengandalkan satu kompetensi. Be unique, be different, be a champion. Model kompetensi itu nggak satu lagi, sudah bergeser,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi teknologi memicu lahirnya sektor-sektor ekonomi baru yang membutuhkan keterampilan berbeda. Mulai dari ekonomi digital dan kreatif, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), care economy, hingga ekonomi berkelanjutan. Perubahan ini menuntut tenaga kerja—terutama generasi muda—lebih adaptif saat memasuki maupun menjalani dunia kerja.

Yassierli mengungkapkan, sekitar 59 persen pekerja di dunia diperkirakan perlu mempelajari keterampilan baru agar tetap relevan dengan kebutuhan industri. Karena itu, paradigma lama yang mengandalkan satu keahlian dinilai tidak lagi memadai.

Ia menjelaskan, dunia kerja kini membutuhkan model kompetensi berlapis. Di antaranya konsep T-Shaped (mendalam di satu bidang dan memahami bidang lain), Pi-Shaped (memiliki dua keahlian utama), hingga M-Shaped atau multi-spesialisasi yang saling terintegrasi.

Sebagai respons, Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pelatihan vokasi adaptif. BLK, kata dia, tidak lagi berfokus pada keterampilan konvensional, tetapi diarahkan mencetak talenta yang sesuai kebutuhan industri masa kini.

“Kami dorong pelatihan yang relevan dengan perkembangan zaman, agar generasi muda punya akses meningkatkan kompetensinya,” jelasnya.

Lebih jauh, Yassierli menekankan pentingnya growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Ia menyebut sekitar 50 persen pekerjaan diprediksi akan berubah dalam 10 tahun ke depan, sehingga kemampuan belajar ulang menjadi keharusan.

“Tantangan kita saat ini adalah pekerja yang tidak mau belajar hal baru. Padahal, growth mindset adalah kunci manusia beradaptasi. Teruslah belajar di balai-balai kami,” tegasnya.

Selain isu kompetensi, Menaker juga menyoroti peluang ekonomi digital di daerah. Dengan 70 persen pengguna digital baru berasal dari luar kota besar, Lahat dinilai memiliki potensi besar mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lain dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang kuat.

“Permasalahan tenaga kerja tidak akan selesai hanya oleh seorang Menteri atau satu Kementerian saja, melainkan oleh inisiatif pemerintah daerah sebagai penggerak utama,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru