BATAM, RadarBangsa.co.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menargetkan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) pada 2026 menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk mengatasi ketimpangan sebaran peserta magang yang selama ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sekaligus memperluas akses kesempatan kerja bagi lulusan muda di daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Yassierli saat melakukan monitoring dan evaluasi program pemagangan di PT Ecogreen Oleochemicals, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (24/2/2026). Berdasarkan data MagangHub, mayoritas penempatan peserta magang saat ini masih terpusat di wilayah Jawa yang memiliki konsentrasi industri lebih tinggi.
“Dari data MagangHub, memang masih terjadi penumpukan di Pulau Jawa. Ke depan, kita ingin program ini tersebar di setiap provinsi,” ujar Yassierli.
Menurut dia, pemerataan bukan sekadar membagi angka kuota, melainkan menyusun peta target berbasis potensi sektor unggulan dan kapasitas industri masing-masing daerah. Kementerian Ketenagakerjaan akan memperkuat ekosistem magang melalui peningkatan jumlah mitra perusahaan dan instansi pemerintah, penyiapan mentor kompeten, serta kurikulum pembelajaran terstruktur.
“Kita tetapkan target realistis per provinsi sesuai sektor unggulan daerah. Jadi bukan formalitas pemerataan, tetapi benar-benar berbasis kebutuhan industri setempat,” katanya.
Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan platform MagangHub agar perusahaan di luar Jawa lebih mudah ditemukan dan kompetitif. Peserta tetap memiliki kebebasan memilih lokasi magang, namun perusahaan dituntut meningkatkan kualitas pembinaan agar diminati.
“Ini kompetisi dua arah. Peserta bersaing untuk masuk perusahaan terbaik, dan perusahaan juga harus menunjukkan kualitas pembinaan yang baik agar dipilih,” tegas Yassierli.
Dalam kunjungan tersebut, Menaker mengapresiasi standar pelatihan di PT Ecogreen Oleochemicals yang dinilai menyediakan sistem pembelajaran terstruktur, fasilitas makan, hingga tempat tinggal bagi peserta. Ia menyebut kolaborasi industri dan pemerintah menjadi kunci menyiapkan lulusan baru menghadapi kebutuhan riil dunia kerja.
Salah satu peserta, Radja Ghiffary Al Hakim, lulusan Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala, mengaku memperoleh peningkatan signifikan baik dalam keterampilan teknis maupun nonteknis selama mengikuti program.
“Saya merasa keterampilan saya lebih siap untuk terjun ke dunia kerja profesional,” ujarnya.
Pada hari yang sama, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor meninjau pelaksanaan MagangHub di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 1 Karawang, Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya peran industri sebagai “laboratorium pencetak ahli” untuk menjembatani kesenjangan antara teori pendidikan dan praktik manufaktur.
Menurut Afriansyah, TMMIN memiliki ekosistem pengembangan SDM yang matang melalui Vocation Program, Internship Program, dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan kapasitas sekitar 250 peserta per tahun. Pada 2026, sebanyak 21 peserta mengikuti pelatihan intensif MagangHub di Plant 1.
“Industri bukan sekadar pengguna tenaga kerja, tetapi harus aktif membentuk kompetensi. Standar pelatihan seperti di TMMIN layak menjadi rujukan nasional,” ujarnya.
Pemerintah menilai pemerataan program magang berimplikasi langsung pada pengurangan pengangguran lulusan muda dan peningkatan daya saing tenaga kerja daerah. Dengan strategi pemetaan berbasis sektor dan penguatan kemitraan industri, MagangHub 2026 diharapkan tidak hanya memperluas akses, tetapi juga menjaga mutu pelatihan secara nasional.
“Target kita jelas, akses meluas dan kualitas terjaga. Itu fondasi untuk memperkuat SDM Indonesia,” pungkas Yassierli.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar