Menaker Yassierli Targetkan MagangHub 2026 Jangkau Seluruh Provinsi, Fokus Pemerataan di Luar Jawa

Rabu, 25 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli saat monitoring Program MagangHub di PT Ecogreen Oleochemicals, Batam, Selasa (24/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli saat monitoring Program MagangHub di PT Ecogreen Oleochemicals, Batam, Selasa (24/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BATAM, RadarBangsa.co.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menargetkan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) pada 2026 menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk mengatasi ketimpangan sebaran peserta magang yang selama ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sekaligus memperluas akses kesempatan kerja bagi lulusan muda di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Yassierli saat melakukan monitoring dan evaluasi program pemagangan di PT Ecogreen Oleochemicals, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (24/2/2026). Berdasarkan data MagangHub, mayoritas penempatan peserta magang saat ini masih terpusat di wilayah Jawa yang memiliki konsentrasi industri lebih tinggi.

“Dari data MagangHub, memang masih terjadi penumpukan di Pulau Jawa. Ke depan, kita ingin program ini tersebar di setiap provinsi,” ujar Yassierli.

Menurut dia, pemerataan bukan sekadar membagi angka kuota, melainkan menyusun peta target berbasis potensi sektor unggulan dan kapasitas industri masing-masing daerah. Kementerian Ketenagakerjaan akan memperkuat ekosistem magang melalui peningkatan jumlah mitra perusahaan dan instansi pemerintah, penyiapan mentor kompeten, serta kurikulum pembelajaran terstruktur.

“Kita tetapkan target realistis per provinsi sesuai sektor unggulan daerah. Jadi bukan formalitas pemerataan, tetapi benar-benar berbasis kebutuhan industri setempat,” katanya.

Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan platform MagangHub agar perusahaan di luar Jawa lebih mudah ditemukan dan kompetitif. Peserta tetap memiliki kebebasan memilih lokasi magang, namun perusahaan dituntut meningkatkan kualitas pembinaan agar diminati.

“Ini kompetisi dua arah. Peserta bersaing untuk masuk perusahaan terbaik, dan perusahaan juga harus menunjukkan kualitas pembinaan yang baik agar dipilih,” tegas Yassierli.

Dalam kunjungan tersebut, Menaker mengapresiasi standar pelatihan di PT Ecogreen Oleochemicals yang dinilai menyediakan sistem pembelajaran terstruktur, fasilitas makan, hingga tempat tinggal bagi peserta. Ia menyebut kolaborasi industri dan pemerintah menjadi kunci menyiapkan lulusan baru menghadapi kebutuhan riil dunia kerja.

Salah satu peserta, Radja Ghiffary Al Hakim, lulusan Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala, mengaku memperoleh peningkatan signifikan baik dalam keterampilan teknis maupun nonteknis selama mengikuti program.

“Saya merasa keterampilan saya lebih siap untuk terjun ke dunia kerja profesional,” ujarnya.

Pada hari yang sama, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor meninjau pelaksanaan MagangHub di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 1 Karawang, Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya peran industri sebagai “laboratorium pencetak ahli” untuk menjembatani kesenjangan antara teori pendidikan dan praktik manufaktur.

Menurut Afriansyah, TMMIN memiliki ekosistem pengembangan SDM yang matang melalui Vocation Program, Internship Program, dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan kapasitas sekitar 250 peserta per tahun. Pada 2026, sebanyak 21 peserta mengikuti pelatihan intensif MagangHub di Plant 1.

“Industri bukan sekadar pengguna tenaga kerja, tetapi harus aktif membentuk kompetensi. Standar pelatihan seperti di TMMIN layak menjadi rujukan nasional,” ujarnya.

Pemerintah menilai pemerataan program magang berimplikasi langsung pada pengurangan pengangguran lulusan muda dan peningkatan daya saing tenaga kerja daerah. Dengan strategi pemetaan berbasis sektor dan penguatan kemitraan industri, MagangHub 2026 diharapkan tidak hanya memperluas akses, tetapi juga menjaga mutu pelatihan secara nasional.

“Target kita jelas, akses meluas dan kualitas terjaga. Itu fondasi untuk memperkuat SDM Indonesia,” pungkas Yassierli.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru