BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bersama Bupati Bangkalan Lukman Hakim meninjau gedung yang akan difungsikan sebagai Sekolah Rakyat di Kabupaten Bangkalan, Sabtu (27/9/2025). Kunjungan ini menjadi langkah awal sebelum sekolah alternatif tersebut resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 September mendatang.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul berdialog langsung dengan calon siswa dan orang tua murid. Ia ingin memastikan seluruh kesiapan teknis berjalan baik sebelum pelaksanaan.
“Bangkalan termasuk daerah yang siap menjalankan program ini. Setelah Pamekasan dan Sumenep, kini giliran Bangkalan. Hanya Sampang yang masih berproses dalam tahap persiapan,” kata Gus Ipul.
Meski begitu, ia mengakui masih ada beberapa tantangan yang harus segera diatasi, terutama terkait ketersediaan tenaga pendidik agama dan sarana pendukung. Untuk mengatasinya, Kementerian Sosial akan bekerja sama dengan Kementerian Agama, serta melibatkan ulama dan pesantren di Madura.
“Keterlibatan pesantren dan para kiai akan memperkuat sistem pendidikan di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat akan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Dengan sinergi bersama pemerintah pusat, ulama, pesantren, dan masyarakat, saya yakin Sekolah Rakyat di Bangkalan bisa berjalan dengan baik dan memberi manfaat luas,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk fasilitas maupun koordinasi dengan berbagai pihak.
“Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan terbaik. Kehadiran Sekolah Rakyat ini sangat penting untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Bangkalan,” kata Lukman.
Rencana pendirian Sekolah Rakyat di Bangkalan mendapat sambutan hangat dari wali murid yang hadir. Mereka berharap keberadaan sekolah ini bisa menjadi solusi pemerataan pendidikan, sekaligus menjawab keterbatasan sarana belajar di sejumlah wilayah pelosok.
Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai alternatif pendidikan formal dengan mengedepankan keterjangkauan dan kualitas. Kehadirannya di Bangkalan diharapkan dapat memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Madura secara berkelanjutan.
“Sekolah Rakyat ini akan membuka kesempatan bagi anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan formal. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa memastikan pendidikan berkualitas lebih merata,” tutup Gus Ipul.
Lainnya:
- Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas
- Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan
- Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








