PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Suasana meriah menyelimuti Lapangan Pacuan Kuda Ledug, Prigen, selama dua hari terakhir, ketika ratusan kuda pacu dari Jawa dan Bali berlaga dalam Kejuaraan Pacuan Kuda “Pasuruan Damai”.
Setelah beberapa tahun vakum, Kejuaraan Pacuan Kuda “Pasuruan Damai” kembali digelar pada Sabtu hingga Minggu (20-21 September 2025) di kawasan kaki Gunung Arjuno, Prigen. Acara yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096 ini berhasil menarik ratusan pengunjung dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga lansia. Sorak-sorai dan tepuk tangan meriah menjadi pemandangan khas sepanjang perlombaan.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, didampingi Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, serta Ketua PORDASI Kabupaten Pasuruan, Ahmad Arifin. Pada hari pertama, Sabtu (20/9), kelas PERKUTUT (Persatuan Kuda Tunggang Tretes) menjadi sorotan. Kuda-kuda lokal Prigen menunjukkan ketangguhan dan kelincahannya, memacu adrenalin para penonton.
Dalam PERKUTUT Kelas A, Pangeran Marsyam milik Saputra dari Kelurahan Pecalukan keluar sebagai juara, diikuti Melati milik Dulalim dari Desa Sukodono dan Sandy milik Sanawi dari Desa Sukolilo di peringkat kedua dan ketiga. Sementara itu, di kelas PERKUTUT B, Kumala milik Tawi dari Desa Pakel mendominasi lomba, mengungguli Dono Mulyo milik Tawi dari Desa Sukodono dan Sirih Putih milik Jayadi dari Desa Sukolilo. Kelas PERKUTUT C dimenangkan Cahaya Mutiara milik Sarim dari Desa Ledug, disusul Bledek milik Yusuf dari Desa Pintrang dan Tobat milik Tanu di posisi ketiga. Seluruh pemenang menerima piala dan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi.
Hari kedua mempertemukan 15 kontingen dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Lumajang, Jember, Madiun, Kediri, Banyuwangi, Blitar, Pacitan, Ponorogo, Sidoarjo, Sampang, serta Kota Solo. Sebanyak 16 race digelar, menantang stamina dan kecepatan kuda pacu maupun keterampilan para joki. Meskipun terik matahari menyengat, semangat peserta dan penonton tidak surut, menciptakan atmosfer kompetisi yang intens dan penuh antusiasme.
Bupati Rusdi menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan dukungan sponsor. “Terimakasih para panitia dan pihak sponsor yang sudah bahu-membahu mensukseskan acara Kejuaraan Pacuan Kuda di Ledug Prigen. Insyaallah mohon dukungan, tahun depan kita buat lebih meriah lagi,” ucapnya seraya tersenyum. Ia menambahkan, “Event ini bukan hanya lomba, tapi juga ajang memperkenalkan kuda lokal kita kepada masyarakat luas. Semoga semakin banyak generasi muda tertarik dan bangga terhadap olahraga berkuda.”
Tak hanya pejabat, para joki pun mengekspresikan kebanggaannya. Saputra, pemilik Pangeran Marsyam, mengatakan, “Kuda ini sudah kami latih sejak kecil. Senang rasanya bisa menunjukkan performanya di depan ribuan penonton. Semoga kejuaraan seperti ini terus ada.” Sementara Tawi, pemilik Kumala, menambahkan, “Atmosfer penonton dan dukungan teman-teman sangat membantu kami tetap semangat. Ini pengalaman yang tak terlupakan.”
Seorang penonton yang juga pecinta olahraga berkuda, Rina (28), berujar, “Seru banget! Dari sorak penonton sampai kecepatan kudanya, bikin deg-degan. Tahun depan saya pasti datang lagi, dan bawa teman-teman!”
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkenalkan kuda lokal dan memperkuat tradisi olahraga berkuda di Pasuruan. Kejuaraan ini diharapkan menjadi agenda rutin, menarik lebih banyak peserta, serta meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan Ledug-Prigen.
“Insyaallah tahun depan kita buat lebih meriah, ayo semua dukung kuda lokal kita!
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar