Minim Pengawasan Diduga Takut Dengan Keterbukaan Publik, Rehab SDN Wonosunyo I Abaikan Kualitas Material

  • Whatsapp
SDN Wonosunyo I, Gempol, salah satu yang mendapatkan program DAK, sudah memasuki tahap pemasangan genteng

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Rehabilitasi RKB (ruang kegiatan belajar) dinas pendidikan tahun 2020 yang saat ini sedang berlangsung, sepertinya kurang mendapatkan pengawasan yang maksimal dari instansi terkait.

Seperti yang terjadi pada SDN Wonosunyo I.Dibawah UPT pendidikak kecamatan Gempol, Pasuruan.Rehab 3(tiga) RKB yang masih dalam proses pengerjaan ini, banyak material bekas yang tidak layak pakai ternyata masih digunakan lagi.

Bacaan Lainnya

Banyak kayu balok bekas dengan kondisi rapuh masih dipasang lagi sebagai kuda-kuda di 3 ruang kelas yang ada.Rehab yang menggunakan DAK (dana alokasi khusus),dengan sistem swakelola ini sepertinya sangat minim engawasan.

“Tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak komite maupun lembaga sekolah. Hanya info dari wali siswa saja kalau SDN Wonosunyo I sudah direhab”, tutur Saleh, kades Wonosunyo pada peearta koran ini.

Lebih lanjut selaku kades, Saleh menegaskan jika ada material yang tidak layak pakai ya harus diganti.Apalagi kondisinya sudah rapuh.

“Kalau kayu rapuh digunakan lagi, kan membahayakan siswa juga pengajarnya, meski rehab itu tidak harus material baru tapi kalau benar apa yang sampean sampaikan saya sangat tidak sepakat “, katanya dengan mimik kecewa.

Saat pewarta ini konfirmasi kepada Dasun, ketua komite SDN Wonosunyo I, dirinya enggan berkomentar banyak.Bahkan mengatakan kalau dirinya hanya sebagai “pemantau saja”.

“Saya cuma mantau saja,” jawab Dasun melalui pesan singkat Whats up, tanpa menjelaskan apa yang simaksud “mantau saja”.

Anehnya lagi,jawaban Dasun sama seperti yang ada pada papan informasi proyek dilokasi kegiatan, yakni tanpa disertakan nilai anggaran yang seharusnya layak dikonsunsi publik terlebih wali siswa di Wonosunyo.

Terkait besaran anggaran, Dasun mengatakan bahwa intinya kegiatan rehabilitasi tersebut menyesuaikan anggaran, tanpa menyebut nominal.

Menyesuaikan kebutukan dana,yang rapuh diganti baru dengan bahan material kayu dari Kalimantan, ungkapnya.

Tapi, apa yang disampaikan Dasun sangat bertolak belakang dengan kondisi di 3 RKB yang saat ini sedang dibenahi.

Samsul Anam selaku Kepala Sekolah SDN Wonosunyo I belum bisa ditemui karena sedang dalam kondisi sakit, seperti yang dikatakqn oleh Dasun.

Bersambung

(Wan/Kom)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *