BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id — Desa Wisata Adat Osing Kemiren dipilih sebagai lokasi syuting video profil Miss World 2026 oleh Miss Indonesia 2025, Audrey Bianca Callista. Keputusan ini bukan sekadar estetika, tetapi menjadi langkah strategis memperkenalkan potensi budaya lokal Indonesia ke panggung global.
Pemilihan Desa Kemiren menegaskan meningkatnya perhatian terhadap pariwisata berbasis budaya yang dinilai mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Lanskap adat yang otentik, tradisi yang terjaga, hingga aktivitas warga menjadi daya tarik kuat yang dinilai layak dipromosikan ke audiens internasional.
Sepanjang proses produksi, Audrey tidak hanya tampil di depan kamera. Ia terlibat langsung dalam aktivitas masyarakat, mulai dari memainkan musik tradisional Gedogan hingga belajar membatik motif khas Banyuwangi. Keterlibatan ini memperkuat pesan bahwa budaya lokal bukan sekadar tontonan, tetapi pengalaman hidup yang bernilai.
Dari sisi layanan pariwisata, eksposur ini membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan. Dampaknya berpotensi mendorong ekonomi warga, terutama pelaku UMKM, perajin batik, hingga sektor kuliner tradisional.
Salah satu yang disorot adalah proses pembuatan Pecel Pithik, kuliner khas Osing. Pengolahan tradisional dengan bahan lokal menunjukkan kekuatan gastronomi desa. “Setelah mengikuti proses memasak, saya mencicipi pecel pithik ini dan rasanya sangat kompleks, gurih segar dan sedikit pedas,” ujar Audrey, Senin (14/04/2026).
Menurutnya, Desa Kemiren memiliki daya saing tinggi sebagai destinasi wisata budaya. “Desa adat Osing menyimpan potensi wisata yang kaya dan seru sekali untuk eksplor, ini adalah destinasi yang wajib dikunjungi saat di Banyuwangi,” tambahnya.
Kehadiran Kemiren dalam ajang internasional ini menjadi sinyal bahwa pengembangan desa wisata berbasis adat mulai membuahkan hasil. Pemerintah daerah dinilai berhasil mendorong pelestarian budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Dengan eksposur global ini, Desa Kemiren tak lagi sekadar destinasi lokal, melainkan representasi kekuatan budaya Indonesia di mata dunia.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar