JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jombang resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-32 tingkat kabupaten, Senin (27/4/2026), di Pendopo Kabupaten Jombang. Ajang tahunan ini tak sekadar menjadi lomba membaca Al-Qur’an, tetapi diproyeksikan sebagai instrumen pembinaan generasi muda dan penguatan karakter sosial-keagamaan di tengah tantangan perubahan zaman.
MTQ tahun ini mencatat antusiasme tinggi dengan total 792 peserta yang lolos verifikasi dari 818 pendaftar. Jumlah itu menjadi sinyal kuat bahwa minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap penguatan nilai-nilai Al-Qur’an masih sangat besar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, yang mewakili Bupati Jombang, menegaskan bahwa MTQ memiliki fungsi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berintegritas.
“MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari upaya membangun manusia yang memahami, mencintai, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agus.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga penguatan moral dan spiritual masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan sosial, mencegah degradasi moral, dan memperkuat harmoni kehidupan bermasyarakat.
Pemkab Jombang menilai pembinaan keagamaan menjadi kebutuhan mendesak, terutama di tengah meningkatnya tantangan sosial yang dihadapi generasi muda, mulai dari pengaruh digital, pergaulan bebas, hingga krisis nilai.
Agus juga meminta dewan hakim menjunjung tinggi prinsip sportivitas, objektivitas, dan kejujuran agar hasil MTQ benar-benar melahirkan wakil terbaik yang siap membawa nama Jombang di ajang MTQ Provinsi Jawa Timur 2027 di Tulungagung.
“Saya berharap penilaian dilakukan secara adil dan profesional, sehingga peserta terbaik benar-benar layak mewakili Jombang,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Jombang, Purwanto, menjelaskan bahwa MTQ digelar selama tiga hari, 28–30 April 2026, di sejumlah titik strategis, termasuk Masjid Agung Baitul Mukminin dan Islamic Center Jombang.
Puluhan cabang lomba digelar, mulai tartil, tilawah, hafalan Al-Qur’an, tafsir, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Pemerintah berharap kegiatan ini tak hanya sukses secara teknis, tetapi mampu melahirkan kader cendekiawan muslim yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.
Penulis : Budiono-RB
Editor : Zainul Arifin


















Komentar