JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Kedatangan ribuan ulama, delegasi, dan penggembira dari berbagai daerah dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Anggota DPD RI Jawa Timur Lia Istifhama menilai tingginya mobilitas peserta muktamar menciptakan multiplier effect bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, kuliner, transportasi, hingga sektor jasa.
“Muktamar tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat. UMKM mendapat berkah karena banyak peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah,” ujar Ning Lia, yang juga Wakil Ketua PW Fatayat NU Jatim.
Menurut Ning Lia, belanja peserta selama berada di Jombang berpotensi menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas. Kebutuhan makanan, minuman, oleh-oleh, transportasi, penginapan, hingga berbagai kebutuhan lainnya menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.
“Ketika ada ribuan orang datang, kebutuhan mereka juga meningkat. Ada makanan, minuman, transportasi, oleh-oleh, hingga berbagai kebutuhan lainnya. Ini menciptakan rantai ekonomi yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Geliat tersebut terlihat dari ramainya bazar UMKM di sekitar lokasi Muktamar NU ke-35. Berbagai produk ditawarkan, mulai makanan dan minuman, jajanan khas daerah, oleh-oleh, hingga produk lokal Jombang.
Salah seorang pedagang, Slamet Rahimin, warga Jombang, mengaku merasakan langsung peningkatan aktivitas ekonomi selama muktamar berlangsung.
“Bazar ini menjadi ladang rezeki bagi warga Jombang. Banyak peserta yang datang dari luar daerah, sehingga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berjualan dan mendapatkan tambahan penghasilan,” ujar Slamet.
Ning Lia berharap dampak ekonomi dari Muktamar NU ke-35 tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan selesai. Menurutnya, produk UMKM yang diperkenalkan kepada ribuan peserta dapat membuka akses pasar baru di berbagai daerah.
“Yang lebih penting bukan hanya peningkatan transaksi selama muktamar. Kalau produk UMKM Jombang bisa dikenal peserta dari berbagai daerah, ini bisa menjadi pintu masuk pasar yang lebih luas setelah muktamar selesai,” tuturnya.
Ia menilai manfaat tersebut dapat diperbesar melalui penguatan produk UMKM, mulai dari kurasi, kemasan, pemasaran digital, hingga perluasan jejaring pasar.
“Harapannya, berkah muktamar bisa dirasakan secara luas. UMKM tumbuh, ekonomi masyarakat bergerak, dan Jombang maupun Jawa Timur mendapatkan manfaat positif dari perhelatan besar ini,” harap Ning Lia.
Bagi Ning Lia, Muktamar NU ke-35 bukan hanya momentum organisasi dan keagamaan, tetapi juga kesempatan memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah, pelaku usaha lokal memiliki kesempatan memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
Muktamar ke-35 NU sendiri membahas sejumlah agenda strategis organisasi, di antaranya roadmap NU 25 tahun ke depan, nilai keulamaan, digitalisasi, kaderisasi, serta laporan program organisasi.
Forum tersebut juga membahas tata tertib melalui sidang pleno hingga agenda pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Besarnya mobilitas peserta juga berdampak pada lalu lintas di sekitar lokasi muktamar. Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen I Made Agus Prasatya mengatakan sejumlah langkah strategis disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama pelaksanaan muktamar.
“Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan seiring kedatangan ribuan ulama, delegasi, dan penggembira,” kata Agus seperti dilansir laman resmi Korlantas Polri, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, pengaturan lalu lintas tidak hanya ditujukan untuk rombongan peserta muktamar, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat Jombang tetap berjalan normal.
“Kegiatan kita tidak hanya mengatur kendaraan rombongan peserta muktamar, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa terganggu oleh peningkatan arus kendaraan,” ujarnya.
Korlantas mendorong jajaran kewilayahan, khususnya Ditlantas Polda Jatim, menyiapkan personel dan pola pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus memberikan bantuan dan informasi kepada pengguna jalan.
Agus menegaskan keselamatan menjadi perhatian utama dalam pengamanan lalu lintas, baik bagi peserta muktamar maupun masyarakat umum.
“Penguatan pengamanan lalu lintas ini sekaligus menjadi bagian dari kesiapan Polri menyambut salah satu agenda besar NU tahun ini,” katanya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar