SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Upaya menjaga stabilitas keamanan Kota Semarang diperkuat melalui forum “Ngopi Kamtibmas” yang mempertemukan aparat, pemerintah, dan masyarakat. Forum ini menjadi langkah konkret merespons meningkatnya potensi gangguan keamanan, terutama maraknya tawuran pelajar dan kerawanan jelang peringatan May Day 2026.
Kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Semarang Utara, Jumat (17/4/2026) malam, menghadirkan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Heri Wahyudi, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, serta Dandim 0733/Kota Semarang Kolonel Inf Priyo Handoyo.
Forum ini tidak sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang dialog terbuka untuk menyerap langsung keluhan warga. Hal ini dinilai penting agar kebijakan keamanan berbasis kondisi riil di lapangan.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Heri Wahyudi menegaskan, komunikasi dua arah menjadi kunci pencegahan gangguan kamtibmas. Menurutnya, deteksi dini hanya bisa berjalan efektif jika masyarakat terlibat aktif.
“Forum ini menjadi sarana menyerap informasi, baik potensi gangguan maupun masukan dari masyarakat. Semua itu penting untuk langkah preventif,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan potensi kerawanan menjelang Hari Buruh atau May Day. Aparat mengantisipasi kemungkinan aksi yang berujung anarkis jika tidak dikelola dengan baik.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Semarang tetap aman dan kondusif serta menghindari tindakan yang merugikan bersama,” tegasnya.
Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyoroti meningkatnya kasus tawuran pelajar yang menjadi perhatian serius. Ia menilai fenomena ini tidak bisa ditangani secara parsial.
“Penanganan tawuran harus melibatkan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga aparat. Ini persoalan bersama,” katanya.
Ia juga mendorong agar forum Ngopi Kamtibmas digelar rutin di berbagai wilayah. Tujuannya untuk memahami karakter dan potensi kerawanan masing-masing daerah secara lebih spesifik.
Dalam konteks pelayanan publik, Pemkot Semarang mengandalkan aplikasi pengaduan “Libas” untuk mempercepat respons terhadap laporan warga. Sistem ini dinilai efektif memangkas waktu penanganan di lapangan.
“Kecepatan respons menjadi kunci agar masalah tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 0733/Kota Semarang Kolonel Inf Priyo Handoyo menegaskan komitmen TNI dalam mendukung stabilitas wilayah. Ia menyebut sinergi lintas sektor menjadi faktor penting menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kami siap mendukung pengamanan wilayah, termasuk menghadapi potensi bencana dan gangguan sosial,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, warga mengungkap keresahan terkait maraknya tawuran di kawasan Jembatan Boom Lama. Lokasi tersebut disebut kerap dijadikan tempat konten media sosial oleh kelompok remaja.
Warga juga meminta peningkatan penerangan jalan dan pemasangan CCTV untuk mencegah kejadian serupa. Permintaan ini langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah dan kepolisian sebagai bagian dari langkah preventif.
Melalui forum ini, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menekan potensi gangguan keamanan sekaligus menciptakan rasa aman yang merata.
“Kondusivitas wilayah bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama,” pungkas Kapolrestabes.
Penulis : Oki
Editor : Zainul Arifin


















Komentar