SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Tradisi Nyadran Dewi Sekardadu kembali digelar masyarakat pesisir Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167. Ritual budaya yang berlangsung di makam Dewi Sekardadu, Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, itu menjadi wujud syukur nelayan sekaligus doa keselamatan saat melaut, Minggu (8/2/2026).
Prosesi diawali dari Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, melalui arak-arakan perahu yang membawa tumpeng hasil bumi dan laut. Warga, didominasi kaum ibu, turut mengusung tumpeng menuju makam Dewi Sekardadu yang diyakini sebagai ibunda Sunan Giri.
Setibanya di lokasi, masyarakat menggelar doa bersama. Suasana kian semarak ketika tumpeng diperebutkan warga sebagai simbol keberkahan. Belasan perahu nelayan turut mengiringi jalannya ritual hingga puncak acara larung tumpeng dan sesaji ke perairan Selat Madura sebagai sedekah bumi dan laut.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Bahrul Amig, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat menjaga tradisi.
“Nyadran ini merupakan ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan rezeki yang diberikan Allah SWT. Dari kegiatan ini kita belajar nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada leluhur yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah mendukung pelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah.
“Kami berharap tradisi seperti ini terus dilestarikan, tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai penguat karakter masyarakat pesisir serta daya tarik budaya daerah,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Zahlul Yuzar, menegaskan bahwa Nyadran memiliki makna spiritual dan sosial yang kuat bagi nelayan.
“Ini tradisi turun-temurun. Melalui Nyadran, para nelayan berdoa agar diberi keselamatan saat melaut, dijauhkan dari marabahaya, dan diberikan hasil tangkapan yang melimpah,” katanya.
Menurutnya, tradisi itu juga menjadi ruang mempererat solidaritas warga.
“Selain ibadah dan doa, Nyadran memperkuat kebersamaan masyarakat pesisir. Semua terlibat, dari persiapan hingga pelaksanaan,” pungkasnya.
Tradisi Nyadran Dewi Sekardadu hingga kini tetap menjadi momen yang dinanti. Selain sarat nilai religius, ritual tersebut merefleksikan kuatnya warisan budaya Jawa serta semangat gotong royong masyarakat pesisir Sidoarjo menjelang Ramadan.
Lainnya:
- 230 Cakades di Sidoarjo Dikumpulkan, Subandi Singgung Politik Uang dan Ancaman Korupsi Desa
- Pasar Tradisional di Sidoarjo Terancam Sepi, Bupati Subandi Siapkan Revitalisasi dan Digitalisasi Besar-Besaran
- Koperasi Merah Putih Mulai Diperkuat, Puluhan Desa di Lubuk Linggau Dapat Kendaraan Operasional
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








