Nyadran Dewi Sekardadu Sidoarjo, Tradisi Pesisir Penguat Syukur Nelayan di Harjasda ke-167

Senin, 9 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Tradisi Nyadran Dewi Sekardadu kembali digelar masyarakat pesisir Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167. Ritual budaya yang berlangsung di makam Dewi Sekardadu, Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, itu menjadi wujud syukur nelayan sekaligus doa keselamatan saat melaut, Minggu (8/2/2026).

Prosesi diawali dari Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, melalui arak-arakan perahu yang membawa tumpeng hasil bumi dan laut. Warga, didominasi kaum ibu, turut mengusung tumpeng menuju makam Dewi Sekardadu yang diyakini sebagai ibunda Sunan Giri.

Setibanya di lokasi, masyarakat menggelar doa bersama. Suasana kian semarak ketika tumpeng diperebutkan warga sebagai simbol keberkahan. Belasan perahu nelayan turut mengiringi jalannya ritual hingga puncak acara larung tumpeng dan sesaji ke perairan Selat Madura sebagai sedekah bumi dan laut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Bahrul Amig, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat menjaga tradisi.

“Nyadran ini merupakan ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan rezeki yang diberikan Allah SWT. Dari kegiatan ini kita belajar nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada leluhur yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah mendukung pelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah.

“Kami berharap tradisi seperti ini terus dilestarikan, tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai penguat karakter masyarakat pesisir serta daya tarik budaya daerah,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Zahlul Yuzar, menegaskan bahwa Nyadran memiliki makna spiritual dan sosial yang kuat bagi nelayan.

“Ini tradisi turun-temurun. Melalui Nyadran, para nelayan berdoa agar diberi keselamatan saat melaut, dijauhkan dari marabahaya, dan diberikan hasil tangkapan yang melimpah,” katanya.

Menurutnya, tradisi itu juga menjadi ruang mempererat solidaritas warga.

“Selain ibadah dan doa, Nyadran memperkuat kebersamaan masyarakat pesisir. Semua terlibat, dari persiapan hingga pelaksanaan,” pungkasnya.

Tradisi Nyadran Dewi Sekardadu hingga kini tetap menjadi momen yang dinanti. Selain sarat nilai religius, ritual tersebut merefleksikan kuatnya warisan budaya Jawa serta semangat gotong royong masyarakat pesisir Sidoarjo menjelang Ramadan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru