JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul ‘Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, resmi meluncurkan Program Transformasi Tata Kelola Pesantren dalam rangkaian Pertemuan Wali Santri (Perwalsan) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar di Gedung Serba Guna Hasbullah Sa’id, Rabu (8/7) malam.
Program tersebut mengusung semangat mewujudkan pesantren yang beradab, berintegritas, dan adaptif melalui penguatan tata kelola modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai salaf serta didukung transformasi digital.
Transformasi ini digagas Tim Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin dan diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan Komunitas Santri Melek Teknologi (SAKTi Indonesia) sebagai mitra pengembang sistem dan ekosistem digital pesantren.
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses verifikasi dan validasi data santri sebagai fondasi pembangunan Sistem Informasi Pesantren Terintegrasi (SIPT). Tahap pertama dilaksanakan untuk santri baru angkatan 2026 pada Sabtu (4/7), sedangkan proses verifikasi santri lama berlangsung pada Rabu (8/7) sejak pagi hingga malam, bertepatan dengan pelaksanaan Perwalsan.
Hampir 1.000 wali santri memadati Gedung Serba Guna Hasbullah Sa’id. Sementara sekitar 180 wali santri lainnya, yang mayoritas berasal dari luar Pulau Jawa, tidak dapat hadir. Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan besarnya dukungan terhadap arah baru pengembangan tata kelola Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin.
Ketua Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin, Muhammad Amin Febrianto, mengatakan transformasi yang dilakukan bukan sekadar digitalisasi, melainkan upaya menyeluruh untuk memperkuat sistem pelayanan, transparansi, perlindungan santri, serta efektivitas pengelolaan pesantren.
“Transformasi ini bukan berarti meninggalkan tradisi yang telah diwariskan para masyayikh. Justru sebaliknya, kami ingin memperkuat amanah tersebut melalui tata kelola yang semakin profesional, pelayanan yang semakin baik, dan pemanfaatan teknologi untuk kemaslahatan pesantren,” ujarnya.
Menurut Amin, transformasi tersebut dibangun melalui enam program utama yang saling terintegrasi, yakni Baitul Mal wa Tamwil (BMT) untuk mendukung transparansi pengelolaan keuangan santri, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) melalui layanan Sapa Santri, pembentukan Satgas Anti-Perundungan beserta kanal pengaduan resmi Lapor Cak Ibbien, Program Pembinaan Intensif Masa Adaptasi (PRIMA) bagi santri baru,
Program Pemantauan Kesehatan dan Lingkungan Santri (PKLS), serta pengembangan Sistem Informasi Pesantren Terintegrasi (SIPT) sebagai tulang punggung ekosistem digital pesantren.
Ia menjelaskan, pengembangan SIPT merupakan salah satu proyek strategis Balitbang yang dikerjakan bersama SAKTi Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem informasi modern yang tetap selaras dengan kultur dan kebutuhan pesantren.
“Kami ingin transformasi ini dibangun secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan. Karena itu Balitbang menggandeng SAKTi Indonesia sebagai mitra strategis untuk mendesain dan mengembangkan ekosistem digital pesantren, sehingga teknologi benar-benar menjadi instrumen pelayanan, bukan sekadar alat administrasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Amin menuturkan SIPT dirancang bukan hanya sebagai aplikasi administrasi, melainkan ekosistem digital yang menghubungkan santri, wali santri, pengurus, alumni, hingga berbagai layanan pesantren dalam satu sistem yang terintegrasi.
Melalui sistem tersebut diharapkan komunikasi, layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga pengambilan keputusan dapat berlangsung lebih cepat, akurat, aman, dan transparan.
“Pondasi pertama yang kami bangun adalah validitas data. Karena itu seluruh wali santri kami libatkan dalam proses verifikasi dan validasi data, termasuk validasi nomor WhatsApp sebagai kanal komunikasi resmi yang nantinya menjadi pintu utama berbagai layanan digital pesantren,” katanya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin, KH Muhammad Idris Djamaluddin, dalam tausiyahnya menegaskan komitmen pesantren untuk terus melakukan pembenahan manajemen dan tata kelola agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan identitas kepesantrenan.
Kiai Idris Djamal mengisahkan perjalanan berdirinya Bumi Damai Al-Muhibbin sejak masa awal hingga berkembang seperti saat ini. Menurutnya, berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi menjadi pelajaran berharga bahwa setiap kemajuan membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan semangat memperbaiki diri secara berkelanjutan.
“Kami menyadari bahwa membangun pesantren adalah proses panjang. Karena itu, kami terus berikhtiar melakukan perbaikan agar pelayanan kepada santri dan wali santri semakin baik dari waktu ke waktu,” tuturnya.
Ia juga berpesan bahwa keberhasilan menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh empat kunci utama, yakni niat yang ikhlas, ridha guru, makanan yang halal, serta doa kedua orang tua.
“Kalau empat hal ini dijaga, insya Allah ilmu yang dipelajari akan menjadi ilmu yang bermanfaat dan membawa keberkahan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus peluncuran resmi Program Transformasi Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin. Peluncuran ditandai dengan peresmian SIPT, Satgas Anti-Perundungan, serta Tim Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) sebagai motor penggerak inovasi kelembagaan.
Selain itu, diperkenalkan pula kemitraan strategis bersama SAKTi Indonesia yang akan mendampingi pengembangan teknologi informasi dan digitalisasi layanan pesantren secara bertahap hingga implementasi penuh.
Melalui transformasi tersebut, Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin menegaskan komitmennya membangun ekosistem pesantren yang mengedepankan pelayanan prima, perlindungan santri, tata kelola yang transparan, serta pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi santri, wali santri, alumni, dan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai adab sebagai ruh pendidikan pesantren.
Sebagai penegasan semangat perubahan, seluruh rangkaian Perwalsan ditutup dengan gema jargon baru Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin yang disambut antusias para wali santri: “Al-Muhibbin! Beradab! Berintegritas! Adaptif!”
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar