OJK Salurkan Rp117 Miliar ke Nelayan Banyuwangi, Ribuan Warga Lepas dari Rentenir

Sabtu, 18 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menerima Tim OJK Jember di Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis, 16 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menerima Tim OJK Jember di Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis, 16 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat pesisir Banyuwangi melalui program Stop Rentenir “Osing”. Lewat program ini, sebanyak 5.635 nelayan telah memperoleh pendanaan senilai Rp117 miliar untuk mengembangkan usaha dan mengurangi ketergantungan pada pinjaman berbunga tinggi.

Program tersebut dinilai penting karena banyak pelaku usaha kecil, khususnya nelayan, masih kesulitan mengakses layanan perbankan. Kondisi itu kerap dimanfaatkan rentenir yang menawarkan pinjaman cepat namun memberatkan warga.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi langkah OJK yang membuka akses keuangan lebih luas bagi masyarakat sektor informal. Menurutnya, skema seperti ini dibutuhkan agar usaha rakyat bisa tumbuh lebih sehat.

“Kami berharap program OJK yang membuka akses keuangan bagi para nelayan daerah terus berlanjut. Kalau bisa berlanjut bagi pelaku usaha non formal lainnya di Banyuwangi,” kata Ipuk saat menerima Tim OJK Jember di Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (16/4/2026).

Kepala OJK Jember Aris menjelaskan program Osing lahir dari rendahnya literasi keuangan sebagian nelayan. Karena itu, OJK mendorong pendampingan sekaligus akses modal resmi dari perbankan agar warga tidak terjebak utang ilegal.

“Program ini untuk mencegah masyarakat tidak ke rentenir untuk mendapat pembiayaan. Dengan program Osing, masyarakat pesisir bisa terakses pembiayaan bahkan bisa melakukan hilirisasi ekonomi selain mencari ikan di laut,” ujarnya.

Dampak program ini tidak hanya pada permodalan. Dengan akses kredit formal, nelayan dapat membeli alat tangkap, memperbaiki perahu, memperluas usaha pengolahan hasil laut, hingga meningkatkan pendapatan keluarga.

OJK juga membuka peluang penguatan ekosistem keuangan di sektor pariwisata Banyuwangi. Langkah ini dinilai strategis karena pariwisata dan UMKM menjadi dua penggerak utama ekonomi daerah.

“Kami siap mendukung pariwisata Banyuwangi dengan cara mendukung para stakeholder wisata,” pungkas Aris.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru