BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangkalan menunjukkan kinerja positif menjelang penutupan tahun anggaran 2025. Hingga (12/12/ 2025), capaian PAD telah mencapai 91,72 persen atau sebesar Rp642.651.215 dari target yang ditetapkan Rp504.513.009.
Capaian tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya kinerja pengelolaan pendapatan daerah sekaligus memicu optimisme Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan untuk menuntaskan target hingga 100 persen sebelum akhir tahun. Di tengah sisa waktu yang kian terbatas, Bapenda menilai masih terdapat ruang optimalisasi dari berbagai sektor pendapatan.
Kepala Bapenda Bangkalan, Amina Rahmawati, menyatakan bahwa dukungan internal dan eksternal menjadi faktor kunci dalam menjaga tren positif realisasi PAD. Menurutnya, soliditas organisasi serta komitmen pimpinan daerah memberi dorongan signifikan bagi jajaran Bapenda untuk terus bekerja maksimal.
“Kita harap bisa mencapai 100 persen. Dengan berbagai kekuatan yang ada, dari internal Bapenda hingga dukungan penuh Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda, itu menjadi energi besar bagi kami untuk terus bergerak,” kata Amina.
Ia menegaskan, meski kalender anggaran sudah memasuki fase akhir, semangat kerja tidak boleh menurun. Optimalisasi PAD, kata dia, membutuhkan konsistensi, kesehatan aparatur, dan optimisme agar kinerja tetap terjaga hingga hari terakhir.
“Walaupun sudah memasuki hitungan hari menuju 2026, kita harus tetap kuat dan optimis bekerja untuk Bangkalan, terutama karena kami berada di sektor pendapatan daerah,” ujarnya.
Selain faktor kelembagaan, Amina juga menyoroti peran penting masyarakat dalam mendukung peningkatan PAD. Kesadaran dan kepatuhan publik dinilai sangat menentukan keberhasilan pengumpulan pendapatan daerah.
“Masih ada harapan yang perlu didorong, khususnya terkait kesadaran masyarakat agar kontribusi terhadap PAD bisa lebih optimal,” tambahnya.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








