Pakar : Kerusuhan Dipicu Kebijakan Kontroversial, Bukan Intervensi Asing

Senin, 1 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kerusuhan Demo  (Dok Net)

Ilustrasi Kerusuhan Demo (Dok Net)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Gelombang unjuk rasa yang berujung kericuhan di sejumlah kota di Indonesia memunculkan berbagai spekulasi mengenai siapa yang berada di balik peristiwa tersebut. Sebagian pihak sempat menuding adanya intervensi asing, namun sejumlah pengamat menilai anggapan itu tidak memiliki dasar kuat.

Pakar politik dan keamanan menegaskan bahwa pemicu utama keresahan publik justru bersumber dari kebijakan pemerintah sendiri. “Pernyataan yang menyebut ada pihak asing terlalu berlebihan. Akar masalahnya jelas ada di dalam negeri, yakni kebijakan yang memicu kemarahan masyarakat,” kata seorang pakar, Minggu (1/9).

Menurut dia, sejumlah kebijakan yang belakangan diambil pemerintah telah menimbulkan polemik. Mulai dari wacana pajak baru, kelangkaan gas subsidi, hingga pemblokiran rekening oleh lembaga keuangan negara. Kebijakan tersebut dinilai tidak komunikatif dan membuat masyarakat merasa terbebani.

Situasi di lapangan pun semakin memanas setelah sejumlah insiden menimbulkan korban jiwa. Laporan media lokal menyebut ada korban meninggal di Yogyakarta, Makassar, dan Solo. Namun hingga kini aparat keamanan belum memberikan data resmi terkait jumlah korban.

Isu politik internal turut memperkeruh suasana. Beberapa mantan pejabat intelijen dan militer menilai gejolak ini bisa dikaitkan dengan dinamika di dalam pemerintahan sendiri. Mereka menilai Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan dari kalangan internal yang tidak sejalan.

Selain faktor politik, konflik wilayah juga disorot. Polemik terkait pengalihan sejumlah pulau yang diklaim milik Aceh ke Sumatera Utara dinilai menjadi pemicu baru ketegangan di daerah. “Keputusan itu menimbulkan resistensi masyarakat Aceh karena dianggap mengabaikan kesepakatan sebelumnya,” ujar pakar tersebut.

Tak hanya itu, dugaan praktik tambang ilegal di Papua Barat serta persoalan investasi di kawasan wisata Raja Ampat juga disebut-sebut sebagai sumber kekecewaan publik. Di tingkat lokal, gelombang protes besar bahkan terjadi di Pati, Jawa Tengah, ketika ribuan warga menuntut kepala daerah mereka mundur.

Para pengamat menilai kemarahan publik tidak terlepas dari sosok-sosok politik yang selama ini lekat dengan lingkaran kekuasaan. Namun, semua tudingan tersebut masih berupa klaim yang perlu diuji lebih lanjut.

“Kesimpulannya, faktor dalam negeri lebih dominan. Yang membuat masyarakat marah adalah kebijakan dan komunikasi politik yang tidak efektif, bukan intervensi asing,” tegas pakar itu.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru